Senin, 23 Februari 2015

Adi Kesuma Maha, Negara Ini Tidak Akan Stabil Kalau Ada Penyalahguna Narkoba


DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatera Utara dan DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Binjai dan Kabupaten Langkat melaksanakan penyuluhan peredaran dan penyalahguna narkoba di Perumahan Korem 023 Kel. Tunggurono Kec. Binjai Timur Kota Binjai, Minggu (22/2/2015).

Pada kesempatan acara ini dihadiri oleh Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut Adi Kusuma Maha, SH beserta Staf Gilang Maulana, Rudi Ardianto, Sapta, dan Rudi Irianto. dari DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Binjai dan Kabupaten Langkat Muhandis Nasir, Bachtiar S. Meliala, Simon Surbakti, Arnala, S. Ag, Suhartoyo, Farida Hanum, dan Sumiati dan juga turut hadir Kepala Rumah Sakit Kesrem Binjai Mayor CKM dr. H. Darma Malem Sembiring, Kepala Lingkungan Bapak Tarwan, Komandan Komplek Bapak Semai, Perwakilan dari Polsek Binjai Timur Aiptu Damanik, serta kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan Remaja Masjid.

Disamping penyuluhan juga ditampilkan Drama Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Oleh Ikatan Remaja Masjid Al- Islamiah (IRMA) binaan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut.

Tampil sebagai narasumber Mayor CKM. dr. H Darma Malem Sembiring Kepala Rumah Sakit Kesrem Binjai yang menyajikan bahaya narkoba dari sisi kesehatan yang mampu merusak system syaraf manusia, yaitu

1. Sedatif
Golongan obat yang mengakibatkan menurunnya aktivitas normal otak. penggunaan sedatif ini berefek sebagai obat penenang. Contoh : Valium.
 2. Stimulan
Golongan obat yang mengakibatkan mempercepat kerja otak. Sehingga efek bagi penggunanya adalah perasaan tidak mengantuk dan tubuh dalam keadaan prima, sehingga disebut Pil semangat.  Jenis zat ini menstimulasi sistem saraf simpatetik. 
Zat-zat kimia golongan ini biasanya disebut pil semangat. Contoh : Kokain.
 3. Halusinogen
Golongan obat yang menimbulkan daya hayal (halusinasi). Selain itu, efeknya juga menambah keyakinan diri yang bersifat sementara. Contoh : Ganja.
 4. Painkiler
Golongan obat yang menahan rasa nyeri karena menekan bagian otak yang mengatur pusat rasa sakit. Contoh : Heroin

Pada kesempatan ini Mayor CKM. dr. H Darma Malem Sembiring bersedia sebagai nara sumber diajak oleh Gema Nusantara Anti Narkoba untuk road show penyuluhan bahaya penyalahguna narkoba khususnya untuk wilayah Kota Binjai dan kabupaten Langkat.

Negara ini tidak akan stabil kalau masih ada penyalahguna narkoba, makanya selalu perhatikan lingkungan keluarga dan sekitar kita, lakukan apa yang bisa kita lakukan, walaupun hal sepele untuk menyelamatkan Indonesia dari Narkoba” kata Adi Kesuma Maha, SH




Minggu, 22 Februari 2015

Adi Kesuma Maha, Pentingnya Mengetahui Ciri-ciri Pengguna Narkoba


DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut dan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Binjai dan Kabupaten Langkat mengadakan kolaborasi dalam penyuluhan bahaya peredaran dan penyalahguna narkoba di SMK dan SMA Suakarya, Binjai, Sabtu (21/12/2015).

Acara ini di hadiri oleh Adi Kesuma Maha, SH selaku ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut, Gilang Maulana, Rudianto dan Safta dari DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut sementara dari DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Binjai dan Kabupaten Langkat dihadiri oleh Muhandis Nasir, Bahtiar Sembiring, A Rasyid Maraung, Suhartoyo, SPd, Andi Putro, Juga dihadiri oleh Medi Islawa sebagai ketua Insan Peduli Sosial serta Kepala Sekolah Aida, SPd, SE.

Dalam paparan nya, Adi Kesuma Maha menyampaikan petingnya peran sekolah untuk mengawasi siswa/i nya dari ciri pengguna narkoba, agar cepat tanggap untuk menanggulangi melalui program wajib lapor yang ditunjuk sebagai IPWL.
Kalian para siswa/i juga harus mengatahui ciri ciri pengguna narkoba, kalau ada diantara teman kalian yang sesuai dengan ciri ciri pengguna narkoba, segera laporkan kepada dewan guru, itu artinya kalian menyelamatkan teman kalian melalui program rehabilitasi," tegas Adi Kesuma Maha, SH.








Jumat, 20 Februari 2015

RAFLI, Pembangunan Aceh Barat Selatan tidak terintegrasi


Gema News.com - Kehadiran Artis Aceh Rafli yang juga anggota Komite 2 DPD RI mewakili suara dari masyarakat pesisir Aceh Barat Selatan di Meunasah Aceh Ciputat, Kamis (19/2/2015).

Rafli yang satu satu nya anggota DPD RI dan DPR RI mewakili masyarakat pesisir Aceh Barat Selatan, menceritakan posisinya di DPD RI dihadapan mahawiswa/i asal Aceh Barat Selatan yang bermitra dengan 14 Institusi.

Pembangunan Aceh barat selatan dengan sumber daya alam nya terbanyak diantara daerah Aceh lain nya sangat tertinggal karena pemimpin daerah tidak mampu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembangunan prioritas yang dibutuhkan masyarakat,"kata Rafli.

Dalam kesempatan ini hadir Le Putra dan Syahrul Arifin dari Gema Nusantara Anti Narkoba, yang memberikan sekilas pemaparan tentang pembangunan karakter manusia Aceh untuk meningkatkan daya tangkal terhadap penyalahguna dan peredaran gelap narkoba di Aceh.

Itu ide yang baik dan Insya Allah bisa diterapkan di Aceh," kata Rafli.

Dalam kesempatan ini Rafli ikut shalat Maghrib dan Isya berjamaah dengan mahasiswa/i dan makan malam bersama. Kehadiran Rafli yang ditunggu dan baru hadir jam 17.00 dan pamit jam 20.00



 




Adi Kesuma Maha, Ciptakan Kampung Bersih Narkoba


DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatera Utara dan DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Binjei-Kabupaten Langkat, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di Perwiritan Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Suka Dame Kec. Suka Dame Kab. Langkat, Kamis (19/2/2015).

Acara ini dihadiri oleh Tim DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Binjei-Kabupaten Langkat, antara lain Muhandis, Bachtiar sembiring, M. Marpaung, Simon surbakti, Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,  Remaja berjumlah sekitar lebih kurang100 Orang yang sangat antusias mendengar pemaparan yang di sampaikan narasumber Adi Kesuma Maha, SH yang belum pernah disampaikan oleh ormas manapun di desa mereka.

Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatera Utara Adi Kesuma Maha, SH menyambut baik permintaan Hermanto sebagai salah satu tokoh masyarakat untuk bersedia mengadakan penyuluhan per tiga bulan di Desa Suka Dame Kec. Suka Dame Kab. Langkat.

Musuh utama negara kita sekarang ini adalah narkoba, yang dipasok oleh mereka yang ingin merusak moral generasi muda kita, mari kita ciptakan lingkungan tempat tinggal kita menjadi kampong bersih narkoba,”kata Adi Kesuma Maha, SH.




Rabu, 18 Februari 2015

Syahul Arifin, Generasi Muda Harus Bermoral, Teladan dan Intelaktual


DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi DKI Jakarta melaksanakan audiensi ke Institus Perbanas Jakarta yang di terima oleh Flip Singaji, S.Kom selaku Kepala Bagian Kemahasiswaas dan Rusyah Syukur, SE selaku Kepala Biro Bidang Kemahasiswaan, Selasa, (17/2/0215)

Kehadiran Gema Nusantara Anti Narkoba disambut baik oleh Perbanas Institut. Dalam dialog itu pihak Perbanas Institut menjadi juara 2 Kamus Bersih Narkoba 2014 di informasikan bahwa bila seorang mahasiswa/i yang menjadi pengguna narkoba maka akan dikeluakan dari Perbanas Institut.

Bersedia untuk menjadi kerjasama untuk membentuk FGD dilakangan Mahasiswa/I Perbanas Institut, untuk membahas topik seputar narkotika.

Syahrul Arifin, S.Sos selaku Sekretaris DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi DKI Jakarta menyakatan sikap nya untuk siap hadir ditengah tengah mahasiswa guna saling berbagi info dan berdiskusi guna membentuk generasi muda bermoral, teladan dan intelaktual ditengah kondisi Indonesia darurat narkoba

Sementara LE Putra selaku ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi DKI Jakarta menyampaikan program program kerja Gema Nusantara Anti Narkoba yang mungkin bisa diterapkan di Institute Perbanas.

Rakon BNN RI dengan 75 Ormas


Badan Narkotika Nasional mengadakan rapat koordinasi dalam rangka advokasi kebijakan dikalangan stake holder organisasi kemasyarakatan di MTH Squre yang dihadiri oleh 75 ormas, termasuk Gema Nusantara Anti Narkotika, Rabu (17/2/2015).

Acara ini di laksanakan oleh Deputi Pencegahan BNN RI yang dibuka oleh Direktur Advoksi Dra. Yunis Farida Oktoris, MSI, mewakili oleh Deputi Pencegahan BNN RI DR. Antar MT Sianturi, Ak, MBA dan sebagai moderator adalah Sudirman, Sag, MSI.

Dalam diskusi dengan judul “Konsepsi Pencegahan Penyalahguna Narkoba Organisasi Msyarakat” yang dihadiri perwakilan 75 Ormas Dra. Yunis Farida Oktoris, MSI, menyampaikan bahwa Presiden Jokowi tidak akan toleransi dan pengampunan untuk pelaku tindak pidana narkoba untuk meningkatkan kwalitas hidup manusia Indonesia dan khusus untuk penyalahguna narkoba rehabilitasi tempatnya.

Selanjutnya Dra. Yunis Farida Oktoris, MSI memapakan visi P4GN BNN untuk mewujudkan msyarakat Indonesia yag sehat, bebas dari penyalahguna dan perdaran gelap narkoba, dengan strategi kebijakan untuk meningkatkan daya tangkal masyarakat Indonesia terhadap penyalahguna dan dan perdaran gelap narkoba.

Sementara dari Departemen dalam Negeri yang hadir adalah Joni Sebayang sebagai Direktur Ormas mewakili Direktur Ketahanan Seni Budaya Agama dan Kemasyarakatan dengan materi “Peran Ormas dalam Implementasi P4GN”.

Musuh Utama Bangsa ada 3, yaitu Terorisme, Korupsi dan Narkoba,”kata Joni Sebayang.

LEP












Selasa, 17 Februari 2015

Joni Sitepu, 40-50 Orang Meninggal per hari Karena Narkoba


Tim dari DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatera Utara dan DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Binjai-Langkat mengadakan sosialisasi bersama di SMA Negeri 4 Binjai Jl. Cut Nyak Dhien No. 34 Binjai, Senin (16/12/2015)

Penyuluhan tersebut diikuti 250 Orang Siswa-Siswi dari Kelas X smpai kelas XII. dalam kesemptan tersebut Bapak Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Binjai berharap kegiatan penyuluhan dapat dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, karena jumlah narkoba itu bertambah setiap bulan nya.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Anggota DPR Kabupaten Langkat Joni Sitepu, dalam sambutannya mengajak siswa/i untuk mengenal dampak buruk narkoba untuk kemudian menjauhi narkoba nya dan menghindari bujuk raju teman atau para kurir narkoba yang ada di sekitar kita.

Kalian Siswa-Siswi SMA Negeri 4 Binjai kejar prestasi tanpa narkoba, Indonesia saat ini 40-50 orang per hari meninggal karena narkoba,"ajak Joni Sitepu

Adi Kesuma Maha, SH yang tampil sebagai nara sumber memberi kesempata tanya jawab kepada seluruh siswa/i yang hadir dan mereka sangat terkesan dengan kehadiran Gema Nusantara Anti Narkoba disekolah nya.

Selanjutnya Ketua DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Binjai-Langkat memberikan Baju kehormatan Kepada Bapak Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Binjai sebagai tanda ikut peduli dalam hal Pencegahan peredaran gelap Narkoba.





Adi Kesuma Maha, Melawan Narkoba itu Jihad.

 

Kolaborasi antara DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatera Utara dan DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Binjai-Langkat mengadakan sosialisasi dan penyuluhan di Sekolah Abdi Negara di Jl. Teuku Amir Hamzah Binjai. penyuluhan tersebut diikuti oleh 150 orang siswa-siswi SMK dan SMA Abdi Negara, Senin (16/12/2015)

Dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPD Binjai-Langkat  Muhandis mengajak Siswa-Siswi untuk menjauhi narkoba dan ikut berperan aktif mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba terutama dilingkungan sekolah, narkoba itu sumber dari segala sumber penyakit, yang mampu merusak mental dan keimanan seseorang

Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov, Sumatera Utara dalam Pidatonya juga menyampaikan kepada siswa-siswi untuk berjihad perangi Narkoba, karena saat ini Indonesia khususnya wilayah Sumatera Utara sudah Darurat Narkoba. 

DPD Gema Nusantara Binjai-Langkat bertekad akan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke Sekolah2 yg ada di wilayah Binjai dan Langkat serta melakukan penyuluhan kepada warga dan masyarakat untuk mengurangi dan mencegah peredaran dan penyalahgunaan Narkoba



Hukuman Mati Bali Nine Ramaikan #BoycottBali di Twitter



Duo gembong narkoba Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran menghadapi eksekusi mati di Lapas Nusakambangan. Seruan agar dibatalkannya aksi tersebut ramai dikicaukan oleh netizen di Twitter melalui hashtag #BoycottBali.

Hashtag itu sudah ramai beredar selama beberapa hari terakhir. Pro dan kontra tumpah ruah menjadi satu mewarnai reaksi para netizen terkait rencana eksekusi penembakan terhadap dua terpidana mati itu.

"#boycottbali eksekusi mati gembong narkoba penting demi keselamatan masa depan KITA, tidak peduli dia warga mana," cuit pemilik akun @samsul_ayu seperti dikutip detikcom, Senin (16/2/2015).

"Bali itu surganya dunia, yakin mau #boyycotbali ?? Please hormatilah hukum yang ada di Indonesia :))" timpal pemilik akun @EgiDotCom_.

Sementara itu, tidak sedikit warga asing yang berkicau seputar eksekusi. Dengan gencar mereka ramai menuliskan #BoycottBali dan mengancam tidak akan berkunjung lagi ke Indonesia bila pemerintah kukuh menjalankan eksekusi.

"#boycottbali Around 800,000 Aussies visit Bali each year spending on average $150 per day. DON'T KILL OUR KIDS," kicau pemilik akun @vviivviieennnne, Minggu (15/2) lalu.

Ada pula yang mengharap belas kasihan Presiden Jokowi untuk membatalkan eksekusi tersebut. "Two Aussie boys counting the days until they are shot. Unthinkable. Begging you for compassion @jokowi_do2 #IStandForMercy #boycottbali," tulis Audette (@AudetteExel).

Sebelumnya, hukuman mati juga mendapat kecaman dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon. Meski demikian, Jaksa Agung HM Prasetyo tak gentar dan memastikan pelaksanaan eksekusi mati tetap sesuai rencana.

"Kita tetep sesuai apa yang kita rencanakan. Kita akan melakukan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, apapun putusannya, termasuk hukuman mati," kata Prasetyo di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (16/2).



sumber

Pemindahan 2 WN Australia Terpidana Mati Didahului Surat ke Keluarga


Gema News.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Badung, Bali, Sudjonggo menyatakan pemindahan 2 WN Australia terpidana mati, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran ke Nusakambangan didahului surat pemberitahuan ke keluarga. Surat itu sebagai bentuk persuasif.

"Pak Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi Bali) tadi juga ngomong, saya disuruh siap-siap," kata Sudjonggo di halaman Lapas pukul 22.00 WIB, Senin (16/2/2015).

Surat itu dikabarkan akan dikirimkan ke pihak ahli waris atau keluarga dalam pekan ini. "Ya, minggu ini," ujar Sudjonggo.

Saat ditanya waktu pemindahan akan dilaksanakan, Sudjonggo mengaku tidak tahu. Ia pun menyatakan pemindahan itu menjadi kewenangan jaksa, bukan Lapas.

"Nggak (ikut), Nusakambangan jauh," canda Sudjonggo.

Sudjonggo menyatakan kondisi Myuran dan Andrew saat ini baik-baik saja. "Keduanya sehat, lagi tidur," ucap Sudjonggo.

sumber

Indonesia Lawan Intervensi PBB, Yasonna: Ini Perang Terhadap Narkoba

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) meminta hukuman mati terhadap terpidana kasus peredaran narkoba di Indonesia dihentikan. ‎Namun Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly menegaskan Indonesia akan tetap konsisten melaksanakan hukuman mati terhadap terpidana narkoba.‎

"‎Sampai sekarang, kebijakan kita tetap konsisten," kata Yasonna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2015).

‎Yasonna mengingatkan kebijakan eksekusi mati itu demi melindungi bangsa Indonesia dari bahaya narkoba. Indonesia sedang melakoni perang terhadap penyalahgunaan narkoba.‎

"‎Ini bukan soal apa-apa, tetapi tentang perang terhadap narkoba," ujarnya.

Meski begitu, Yasonna menanggapi santai protes PBB sebagai kritikan. Semua pihak termasuk PBB‎ boleh saja menyatakan pendapatnya.

"Mengkritik itu sah-sah saja ya, tapi kita punya hukum dan putusan pengadilan sendiri," kata Yasonna.‎

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menelepon dan menyurati Menlu RI meminta dihentikan eksekusi mati terhadap para pelaku kejahatan narkoba. Hal ini dipicu rencana eksekusi mati terhadap dua gembong narkoba asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Kepala BNN : Stop Cuek, Mulailah Melek Narkoba

Persoalan narkoba tidak akan kunjung usai jika setiap warga negara ini cuek pada lingkungannya, termasuk pada persoalan narkoba yang berada di dalamnya. Kepala BNN, Dr Anang Iskandar bahkan pernah mengatakan, siapapun yang cuek pada masalah narkoba di lingkungannya, maka loyalitas kebangsaannya patut diragukan.

Tidak salah Kepala BNN berbicara demikian, karena faktanya masalah narkoba telah menjelma menjadi persoalan besar bangsa yang butuh tangan-tangan peduli agar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba hangus di muka bumi ini.

Ia juga menambahkan, setiap orang berhak untuk jadi subjek penyalahgunaan narkoba, bukan lagi hanya sebagai objek semata. “Semua orang bisa berkreasi untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba”, imbuh Kepala BNN.

Ketika disinggung tentang upaya rehabilitasi di lingkungan masyarakat, Anang mengatakan, peran serta masyarakat untuk turut merehabilitasi sangat penting. “Pendekatan penanganan penyalahgunaan narkoba melalui aspek kultural penting untuk dilakukan”, kata Kepala BNN.

“Yang terpenting, elemen masyarakat yang bisa melaksanakan rehabilitasi dan bisa meyakinkan para penyalah guna untuk kembali pulih”, pungkas Kepala BNN kepada media.

Minggu, 15 Februari 2015

Gema Nusantara Anti Narkoba Santuni Anak Yatim


DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara dibawah pimpinan Adi Kesua Maha, SH melaksanakan kegiatan santunan anak yatim di Jalan Jati Gg. Sentosa Sei Mencirim, Sunggalm Sabtu (14/2/2014).

Hadir pada acara sosial menyantunin anak yatim ini, seluruh pengurus DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara dan pengurus DPD Gema Nusantara Anti Narkoba kota Binjei dan kabupaten Langkat.

Dalam kesempatan ini Adi Kesuma Maha, SH menyamaikan tentang pengaruh buruh narkoba yang merusak kesehatan jiwa dan mental para pengguna narkoba, jauhi narkoba dari lingkungan keluarga kita,"kata ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara.

Narkoba ada disekitar kita, awasi lingkungan tempat tinggal kita dari peredaran gelap narkoba. Hindari bujuk rayu para kurir narkoba yang menjebak generasi muda dengan berbagai iming iming dan laporkan kepada kami bila itu terjadi,"tambah Adi Kesuma Maha, SH.

Genderang Perang melawan peredaran gelap Narkoba di himbau kepada segenap hadirin yang hadir, terutama seluruh pengurus Gema Nusantara Anti Narkoba se- Provinsi Sumatra Utara, ini program pemerintah harus kita dukung 100%,"pungkas Adi Kesuma Maha, SH.



Sabtu, 14 Februari 2015

35 Narkoba Jenis Baru Masuk ke Indonesia



Data Badan Narkotika Nasional menunjukkan ada 35 narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia bahkan saat ini kartel, pengedar, maupun kurirnya mulai mengedarkan ke seluruh daerah. "Di dunia ada 350 narkoba jenis baru dan 35 jenis di antaranya sudah masuk ke Indonesia," kata Kepala Sub Bagian Humas BNN Krisna kepada Antara di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba Lido, Jumat Malam.

Menurutnya, kasus narkoba jenis baru ini seperti salah satunya yang digunakan oleh artis papan atas yakni Rafi Ahmad yang pada saat itu, pihaknya menemukan zat adiktif itu di rumahnya. Setelah dilakukan penelitian narkoba itu jenis metilon yang merupakan salah satu jenis baru dan keberadaanya tidak masuk dalam Undang-Undang tentang Pemberantasan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan terlarang.

Ditemukannya puluhan jenis narkoba jenis baru ini menunjukan bahwa Indonesia merupakan salah satu pangsa pasar terbesar yang dimanfaatkan oleh kartel maupun sindikat peredaran narkoba baik jaringan internasional. Selain itu, dari hasil pengungkapan yang dilakukan pihaknya di Indonesia saat ini ada sekitar 4,2 juta pecandu narkoba.

Bahkan, angka ini bisa saja bertambah karena setiap waktunya pengguna narkoba terus bertambah bahkan sudah masuk ke kalangan pelajar tingkat SMP. Dengan kondisi yang seperti ini, Presiden RI, Joko Widodo sudah menetapkan status negara ini ke dalam darurat narkoba sebab yang diungkap pihaknya maupun kepolisian ibarat fenomena gunung es.

"Mereka yang diketahui sebagai pecandu maupun pengedar hanya bagian permukaannya saja, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan lebih besar jika terungkap sampai dasarnya," tambahnya.

Di sisi lain, untuk memutus peredaran narkoba ini salah satunya adalah merehabilitasi si pecandunya, karena jika pengguna narkoba masih ada maka peredaran dan pasokannya pun tidak akan berhenti. Sehingga BNN saat ini sudah mengubah pola pikir yakni sehatkan atau rehabilitasi pecandunya dan tangkap dan hukum seberat-beratnya para pengedar.

Dengan cara rehabilitasi ini diharapkan bisa memutus mata rantai peredaran narkoba, karena jika si pencandu dimasukan ke dalam penjara bukan akan lebih baik tetapi bisa memperparah kondisinya seperti akan bersosialisasi dengan bandar dan kurir sehingga yang awalnya pecandu akhirnya ikut-ikutan mengedarkkan.

"Kami juga tengah melaksanakan progam pemerintah yakni merehabilitasi 100 ribu pecandu narkoba sebagai antisipasi peredaran barang ini," katanya.


sumber

Jumat, 13 Februari 2015

Adi Kesuma Maha, Narkoba Itu Sampah dan bukan Budaya Indonesia


DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumut melaksanakan mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan narkoba di Kecamatan Tanjung Balai Utara, acara ini di hadiri oleh Camat beserta Staf, Ketua BNNK Kota Tanjung Balai beserta Staf, Perwakilan dari Polsek, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama beserta Masyarakat, Kamis (12/2/2015)

Dalam kesempatan itu Adi Kesuma Maha, SH menyampaikan apresiasi kepada Camat Tanjung Balai Utara yang mengundang DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumut dan muspika kecamat Tanjung Balai Utara.

Selanjutnya Adi Kesuma Maha, SH menyampaikan bahwa DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumut siap menjadi garda terdepan dalam pencegahan bahanya penyalahgunaan narkoba yang merusak mental anak bangsa.

Narkoba itu sampah dari luar negeri, narkoba itu bukan budaya Indonesia. Jadi untuk apa kita konsumsi sampah yang mengandung penyakit dan untuk apa narkoba itu menjadi kebiasaan beraktivitas kita," kata Adi Kesuma Maha, SH.

Insya Allah dalam waktu dekat bahwa DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut akan membentuk DPD Gema Nusantara Anti Narkoba kota Tanjung Balai, untuk  itu kami memohon dukungan dari hadirin yang hadir disini, "jelas Adi Kesuma Maha, SH





DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut akan terus menyuarakan bahaya penyalahgunaan narkoba, walaupun tanpa bantuan dana dari pemerintah,"pungkas Adi Kesuma Maha, SH.