Sabtu, 27 Juni 2015

Hendryanto Andrie Bertemu Dengan Kapolri




Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba bertemu dengan Hendryanto Andrie dengan Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti pada acara upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015)

Hendryanto Andrie Bertemu Dengan Jendral TNI Moeldoko


Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba bertemu dengan Hendryanto Andrie bertemu dengan Jendral TNI Moeldoko pada acara upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015)

Hendryanto Andrie. DH Bertemu Dengan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso


Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie. DH bertemu dengan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso pada upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015

Hendryanto Andrie. DH Hadiri HANI di Istana Merdeka

Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie. DH mengikuti upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015). Yang mengangkat tema “Let’s Develop Our Lives Our Communities Our Identities Without Drugs”.
Peringatan yang untuk menyadarkan manusia sedunia untuk membangun solidaritas bangsa-bangsa sedunia, untuk bersama-sama mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
Indonesia Darurat Narkoba
Dampak kerusakan yang ditimbulkan dari peredaran gelap Narkoba digolongkan dalam kejahatan luar biasa (extraordinary crime) dan serius (serious crime). Terlebih, peredaran gelap Narkoba bersifat lintas negara (transnational) dan terorganisir (organized) sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak.
Situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia saat ini sudah berada pada level Darurat. Angka prevalensi penyalah guna Narkoba secara nasional adalah 2,18% dari jumlah penduduk Indonesia berusia 10 – 59 tahun atau sekitar 4 juta jiwa. Diprediksi jumlah penyalah guna Narkoba akan meningkat menjadi 5 juta jiwa di tahun 2020.


Seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bangkit bersama dalam menanganai permasalahan Narkoba secara komprehensif melalui sebuah gerakan yang dinilai paling ideal dalam upaya menekan angka prevalensi penyalah guna Narkoba. Gerakan tersebut adalah “Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalah Guna Narkoba”. Melalui gerakan penyelamatan penyalah guna Narkoba ini, diharapkan angka prevalensi akan turun dari 4 juta jiwa menjadi 3,7 juta jiwa di tahun 2020.



Berikut cuplikan isi pidato Presiden RI Ir. H. Joko Widodo yang mengajak seluruh masyarakat dan juga stake holder untuk menata ulang langkah bersama dalam mengatasi masalah narkoba, yaitu antar lain ;

“Pertama, langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba secara lebih gencar dari pusat hingga ke daerah, dan terukur serta berkelanjutan.

Yang kedua, peningkatan upaya terapi dan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. Tahun lalu yang menjalani rehabilitasi kurang lebih 18 ribu, tahun ini 100 ribu, tahun depan saya sudah sampaikan ke Kepala BNN yaitu 200 ribu, jadi setiap tahun kita llipatkan lagi karena memang kita kejar kejaran dengan peningkatan penyalahgunaan narkoba yang memang terus meningkat.

Yang ketiga, keberanian penegakan hukum. Keja mereka, tangkap mereka, penegakkan hukuma yang efektif dan langkan pemberantasan peredaran narkoba harus betul-betul dikerjakan dengan serius. Tangkap dan tindak tegas bandar,pengedar dan para pemain besarnya, tidak ada ampun dan saya meminta pada para aparat untuk meningkatkan kemampuan dan perkuat kerja sama antar lembaga jangan terjebak pada ego sektoral. Perluas kerja sama intelijen narkoba, dengan komunitas internasional , tindak keras oknum aparat yang menjadi backing bandar narkoba.

Perketat pengawasan, LP, yang bisa disalahgunakan sebagai pusat peredaran narkoba. ini harus berhenti. Tidak ada lagi LP yang digunakan sebagai pusat peredaran narkoba. Tingkatkan pengawasan di laut. Kita punya ribuah pelabuhan, besar kecil maupun sedang, semuanya harus diawasi, serta wilayah pesisir yagn sering jadi tempat penyelundupan narkoba. Terakhir, kenali modus-modus baru dalam penyelundupan narkoba”, pungkas Presiden RI.

Selasa, 16 Juni 2015

Kunjungan Gema Nusantara Anti Narkoba Kab. Langkat ke BNNK Langkat

DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kab. Langkat melaksanakan kunjungan perkenalan ke BNNK Langka, yangditerima oleh Kasie Pencegahan.

Rombongan Gema Nusantara Anti Narkoba, yang dipimpin oleh Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil Ketua dan juga DPD Gema Nusantara Anti Narkoba yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

"Keberadaan Gema Nusantara Anti Narkoba di Kabupaten Langkat sangat penting guna mensukseskan program pemerintah P4GN" kata kasie Pencegahan









Jumat, 12 Juni 2015

Undangan Makan Malam Serta mengikuti Kegiatan Advokasi P4GN yang di adakan oleh BNNP.SUMUT



DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang dihadiri seluruh pengurus DPW dan pengurus DPD, menghadiri undangan makan malam oleh BNN Provinsi Sumatra Utara yang diwakili oleh AKBP Magdalena Sirait selaku Kapala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan, Kamis (11/6/2015).

Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara Itansyah Surbakb memaparkan vsi dan misi Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara kepada AKBP Magdalena Sirait, 
dalam pertemuan ini Gema Nusantara membahas dalam hal Program Kerja BNNP Sumut, dimana untuk menyatukan Visi dan Misi Kinerja dalam Bidang P4GN : 

1. PENCEGAHAN
-Pencegahan dapat dilakukan dengan Sosialisasi terhadap Lingkungan Masyarakat.
2. BERANTAS
- Pemberantasan dapat di Lakukan dari mulai Tingkat Yang Paling bawah sampai Tingkat ke Lebih Tinggi.
3. Rehabilitasi
- BNNP. Sumut dan BNNK lainnya Siap menampung bagi para PEcandu Narkoba dengan Tanpa di Pungut Biaya ( GRATIS )













Rabu, 10 Juni 2015

Waspada, Seribu Cara Sindikat Pikat Perempuan Indonesia Jadi Penjahat Narkoba

Banyak cara yang ditempuh sindikat narkoba untuk menjebak perempuan Indonesia jadi kurir narkoba. Dari banyak kasus yang ditemukan, perkenalan dan pertemanan via situs jejaring sosial seringkali dijadikan modus oleh mereka untuk merekrut perempuan Indonesia jadi kurir narkoba lintas negara.

Menanggapi hal ini, perempuan Indonesia harus lebih hati-hati ketika berkenalan dengan pria asing dalam situs jejaring sosial seperti facebook. Meski mereka menjanjikan pekerjaan dengan upah yang besar, atau janji liburan yang menggiurkan, perempuan Indonesia tidak boleh mudah terperdaya.

Baru-baru ini, seorang perempuan Indonesia hampir terjebak dalam lingkaran sindikat narkoba. LS (29), seorang perempuan asal Sukabumi berkenalan dengan seorang pria asing berinisial JMP. LS diberikan tiket untuk bepergian ke Peru, melewati sejumlah negara.

Pada tanggal 23 Mei 2015, LS sempat diamankan oleh Kepolisian Peru karena diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Setelah menjalani pemeriksaan, LS terbukti tidak terlibat dan dibebaskan oleh kepolisian setempat.

Dari keterangan yang disampaikan LS, ia berencana untuk bertemu dengan seorang pria asing yang ia kenal di facebook. Namun, setelah tiba di Peru, LS tidak bertemu dengan yang bersangkutan karena sedang berada di Thailand. Pria tersebut malah meminta LS untuk mengambil tasnya di sebuah hotel di Piura (Peru).

Nasib mujur masih menghampiri LS, karena saat akan mengambil tas tersebut, pihak kepolisian sudah terlebih dahulu mengamankan tas tersebut. Meski sempat ditangkap oleh polisi, namun LS dibebaskan karena tak cukup bukti.

Kasus serupa telah terjadi dua kali dalam satu terakhir ini di Peru, di mana perempuan Indonesia pergi ke Peru dan menjadi korban penipuan sindikat peredaran narkoba.

Masyarakat juga dihimbau untuk curiga dan waspada dengan tawaran perjalanan yang begitu berliku-liku. Seperti yang dialami oleh LS, ia diberikan tiket dari Lima, Peru melewati Sau Paolo, Brasil kemudian bergeser ke Addis Ababa, Ethiopia lalu terbang menuju Kuala Lumpur hingga akhirnya mendarat di Jakarta.

Senin, 08 Juni 2015

LAUNCHING KURIKULUM ANTI NARKOBA DI SURABAYA


Gema News.com-Dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2015, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan BNN Kota Surabaya bekerja sama dengan pemerintah kota dan Dinas Pendidikan Surabaya serta Kanwil Kemenag surabaya melaksanakan launching kurikulum tahun 2015 berbasis anti Narkoba, Selasa (6/9). Momen launching ini dimanfaatkan selaligus untuk melakukan uji coba kurikulum pertama kalinya secara maksimal di Provinsi Jawa Timur. kegiatan yang diselenggarakan di JX International Convention & Exhibition Surabaya ini dihadiri setidaknya 10.000 pelajar dari tingkat SMP hingga SMA.


Kurikulum terintegrasi P4GN ini akan dimasukan pada seluruh mata pelajaran di seluruh tingkatan sekolah. Kurikulum ini juga akan diterapkan pada sistem panduan bimbingan OSIS dan UKS, panduan ekstra kulikuler dan kerjasama lingkungan sekolah bersih Narkoba. acara ini dihadiri langsung oleh kepala Bnn, Anang Iskandar, dan walikota kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kedepannya diharap kurikulum ini dapat diterapkan diseluruh indonesia mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. melalui kurikulum ini pemerintah berharap dapat memberi imunitas sejak dini terhadap generasi muda agar terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan Narkoba. (Humas BNN)

PELANTIKAN KEPALA BNNP MALUKU Kombes Pol. M. Arief Dimjati


Gema News.com-Sebagai salah satu lembaga pemerintah yang berada langsung di bawah Presiden, Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki kelengkapan alat organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya baik di pusat maupun di daerah. Demi mencapai kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, BNN secara berkala melakukan penyegaran dengan bentuk pergantian jabatan. Seperti kegiatan pelantikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) yang dilakukan pada hari ini, Senin (8/6) di kantor Gubernur Maluku. Kombes Pol. M. Arief Dimjati dilantik sebagai Kepala BNNP Maluku untuk menggantikan Drs. Pattiasiana, M.Sc. MH. yang telah menjabat sejak tahun 2011. Pelantikan ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur Maluku Ir. H. Said Assagaff yang disaksikan oleh para pejabat tinggi di lingkungan BNN.


Kepala BNNP Maluku yang memiliki nama lengkap Mochammad Arief Damjati tersebut menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan kriminologi, dan saat ini masih menyeleasikan studi S3 nya di jurusan yang sama di Universitas Indonesia. Drs. M. Arief Dimjati M.Si. merupakan seorang Master Kriminologi yang ditugaskan di BNN sejak tahun 2010 dimana sebelumnya bertugas di kesatuan Polda Metro Jaya. Selama bertugas di BNN pria kelahiran Lumajang ini pernah menjabat sebagai Analis Madya Dit Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan, Kasubdit Intel Taktis dan Prodok Dit Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan, Analis Pemetaan Jaringan Dit Intelijen, Kasubdit Non Amphetamin dan Non Methamphetamin Dit Narkotika Sintesis, dan terakhir menempati jabatan Kasubdit Prekursor Dit Psikotropika dan Prekursor Deputi Pemberantasan sebelum akhirnya dipercaya untuk memimpin BNNP Maluku.


Latar belakang pendidikan dan karier yang matang mengantarkan M. Arief Dimjati saat ini untuk memegang pucuk pimpinan BNN di Provinsi Maluku. Tugas dan tanggung jawab tentu sudah menunggu untuk segera dituntaskan. Tidak hanya pemberantasan, tetapi juga pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dengan upaya rehabilitasi.

Menurut data hasil penelitian yang dimiliki BNN pada tahun 2014, Provinsi Maluku menempati posisi ketujuh dengan jumlah penyalahguna sebanyak 27.150 jiwa dari jumlah populasi sebanyak 1.169.800 jiwa. Oleh sebab itu, di tahun 2015 ini Provinsi Maluku memiliki target sebesar + 1000 pecandu untuk dapat direhabilitasi, seperti yang telah dideklarasikan pada program rehabilitasi 100.000 penyalah guna Narkoba di Maluku pada pertengahan Maret lalu. Hal tersebut merupakan pr pertama yang sudah menanti Kepala BNNP Maluku baru untuk direalisasikan. Dengan adanya kepala BNNP yang baru, semua pihak berharap pergantian jabatan ini dapat menjadi penyegaran yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi BNN dalam menyelesaikan permasalahan Narkoba di daerah, khususnya Maluku. (Humas BNN)

Sabtu, 06 Juni 2015

Direktur Narkoba Polda Sumut Terima rombongan GN-AN


Ketua umum Hendryanto Andrie, Wakil ketua umum Le Putra Gema Nusantara Anti Narkoba berserta pengurus DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi (Ketua DPW, Wakil Ketua DPW, Sekretaris DPW, Wakil Bendahara DPW) beraudien dengan Direktur Narkoba Polda Sumut yang di terima Oleh Kombes Pol Reynald Silitonga, SH, M.Si.

Dalam sambutannya Dir Narkoba Polda Sumut mengharapkan kehadiran Gema Nusantara Anti Narkoba dapat bersinerji dengan Polisi untuk kegiatan P4GN, kami siap menjadi narasumber untuk kegiatan yang dilaksanakan elemen masyarakat.

Direktorat Narkoba Polda Sumut selalu mengirimkan penyalahguna narkoba ke balai Rehabiltasi milik BNN baik yang berada di Lido, Bogor, di Badoka Sulawesi Selatan, di Tanah Merah Samarinda dan di Batam Kepulauan Riau.

Selanjutnya Kombes Pol Reynald Silitonga, SH, M.Si, mengatakan bahwa, "Jangan pernah warga takut utuk melaporkan diri bila mereka menjadi penyalahguna narkoba. Segera ikuti program wajib lapor ke IPWL, pasti tidak akan ditangkap. Melainkan pasti akan di rehabilitasi oleh negara. Gema Nusantara Anti Narkoba harus menjangkau penyalahguna narkoba untuk ikut program wajib lapor".



Jumat, 05 Juni 2015

AKBP Magdalena Sirait Terima Gema Nusantara Anti Narkoba


Rombongan Gema Nusantara Anti Narkoba yang di pimpin Ketua Umum Hendryanto Andre dan Wakil Le Putra beserta kepengurusan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang di Wakili Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara/Wakil Bendahara bersilaturahmi dengan Kepada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatra Utara yang baru AKBP Magdalena Sirait, menggantikanpejabat sebelumnya Drs. Tungkus Harianja yang sekarang sebagai Kepala BNN Kabupaten Asahan di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2015).


Putra beserta kepengurusan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang di Wakili Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara/Wakil Bendahara bersilaturahmi dengan Kepada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatra Utara yang baru AKBP Magdalena Sirait, menggantikan


Dalam sambutannya Ketua Umum DPP Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie mengatakan, “Kami Gema Nusantara Anti Narkoba adalah bagian dari BNN, karena kami Gema Nusantara Anti Narkoba adalah binaan dari BNNRI dibawah Direktur Peran Serta Masyarakat dibawah pimpinan Brigjen Pol. Siswandi”, kata Hendryanto Andrie.

“Kehadiran Gema Nusantara Anti Narkoba di Sumatra Utara sangat diperlukan oleh BNN, apalagi hubungan ini telah terjalin sebelumnya saat saya sebagai Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang,”kata AKBP Magdalena Sirait.

Selanjutnya dalam sela sela pertemuan tersebut, AKBP Magdalena Sirait mengharapkan kerjasama dengan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatra Utara untuk tetap mendukung kegiatan BNN Kabupaten Deli Serdang yang ditinggalkannya dan dapat ditingkatkan sinerji dengan BNN Prov. Sumatra Utara

Kamis, 04 Juni 2015

Direktur Binmas Polda Sumut Terima Rombongan Gema Nusantara Anti narkoba



Ketua umum Hendryanto Andrie, Wakil ketua umum Le Putra Gema Nusantara Anti Narkoba berserta pengurus DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi (Ketua DPW, Wakil Ketua DPW, Sekretaris DPW, Bendahara/Wakil Bendahara DPW) beraudien dengan Direktur Binmas Polda Sumatra Utara Kombes Ilsaruddin yang diterima diruang kerjanya, Kamis (4/6/2015).













Dalam arahan Direktur Binmas Polda Sumut kepada team Gema Nusantara Anti Narkoba menyampaikan bahwa kita tidak boleh bosan bosan untuk menyuarakan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Dan sampaikan juga program wajib lapor agar pengguna narkoba direhabikitasi dengan biaya ditanggung negara.


Selanjutnya Kombes Pol. Ilsaruddin menyatakan siap membantu DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut untuk menjadi narasumber diseluruh wilayah hukum Polda Sumut dan akan memerintahkan seluruh jajaran di bawahnya untuk membantu DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumut mensukseskan program Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba.


Selasa, 02 Juni 2015

DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Aceh Siapkan Tanah 30 Ha untuk Balai Rehabilitasi.



Rencana DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Aceh untuk membuat BALAI REHABILITASI Penyalahuna Narkoba di Banda Aceh di tanah seluas 30 Ha, di sampaikan oleh Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Aceh Suparno kepada kepala Deputi Pemberdayaan Masyarakat DPPW Gema Nusantara Anti Narkoba Syahrul Arifin, S. Sos di sela-sela kunjungannya ke Banda Aceh, Senin (1/6/2015).

Hadir dalam pertemuan itu Suparno, Erwin Nananda , Rizal dari DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Aceh dengan Syahrul Arifin, S. Sos.

Dalam diskusi dengan pengurus DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Aceh dengan Syahrul Arifin, S. Sos disepakati akan ada pembekalan kepada kepengurusan DPW dari DPP, yang Insya Allah akan dilaksanakan di bulan Agustus 2015 di Banda Aceh.

David Hutapea Kunjungi kantor Gema Nusantara Anti Narkoba


Kepala Seksi Ormas, Deputi Pencegahan BNN RI, David Hutapea beserta rombongan mengunjungi kantor DPP Gema Nusantara Anti Natkoba jalan Rawasari Selatan, Jakarta Pusat, Untuk memberi pembekalan perihal peranan Ormas dalam P4GN dan fungsi dan tugas Kedeputian Pencegahan, Senin (1/6/2015).

Hendryanto Andrie, Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba dalam sambutanya mengatakan, “Deputi Pencegahan khususnya  lebih cepat respond kepada Ormas Gema Nusantara Anti Narkoba dan ini kunjungan yang ke tiga dari Kedeputian Pencegahan BNN RI, Saya sangat terharu dan bangga menjadi bagian dari binaan BNN RI”, Kata Ketua Umum.

“Menjadi Tugas kami untuk terus menjaga harmonisasi dengan ormas dan ini terus akan kami kembangkan demi suksesnya gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba”, kata David Hutapea