Jumat, 10 Juli 2015

Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Bekasi Beri Penyuluhan di SMP An Nur Bekasi

DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Bekasi bekersa sama dengan Kesbangpol Kota Bekasi, melaksanakan kegiatan penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Sekolah SMP Swasta An Nur, Bekasi, Selasa (7/7/2015).

Dalam kegiatan yang diinisiatif Kesbangpol Kota Bekasi yang diwakili oleh H.Suherman, dalam sambutan nya mengatakan bahwa, “generasi muda Kota Bekasi sebagai generasi penerus bangsa harus terbebas dari pengaruh dan bahaya penyalahgunaan narkoba, untuk itu adik adik siswa siswi SMP An Nur harus dibekali pengetahuan tentang narkoba, yang dalam hal ini akan disampaikan oleh teman teman dari Gema Nusantara Anti Narkoba".

Hadir dalam acara ini Ketua DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Bekasi Doddyanto dan Sekretars Selamet Riadi dan didampingi Kepala Sekolah dan Dewan Guru SMP An Nur.

Sekretaris DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kota Depok Aldo Adolf Immanuel yang tampil sebagai Narasumber menyampaikan bahwa, “Narkoba itu disamping merusak kesehatan juga bisa merusak moral”.












Kamis, 09 Juli 2015

Syahrul Arifin Bukber Bersama Walikota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany


Deputi Pemberdayaan Masyarakat DPP Gema Nusantara Anti Narkoba Syahrul Arifin, S.Sos  yang juga pengurus DPP Taman Iskandar Muda, melakukan kegiatan buka puasa bersama dengan Walikota Tanggerang Selatan  Airin Rachmi Diany bertempat di di Auditorium Syahida Inn, Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (8/7/2015)

Dalam kesempatan buka puasa bersama tersebut Syahrul Arifin, S.Sos memperkenalkan kebeadaan Gema Nusantara Anti Narkoba, juga Insya Allah dalam waktu dekat terbentuk DPD Gema Nusantara Anti Narkoba di Kota Tanggerang Selatan. SA


Selasa, 07 Juli 2015

DEWAN MASJID INDONESIA DUKUNG JIHAD BNN PERANGI NARKOBADMI




Upaya penanggulangan narkoba merupakan salah satu jihad yang butuh dukungan semua pihak termasuk para tokoh agama. Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai salah satu organisasi nasional yang begerak dalam bidang pengembangan fungsi mesjid sebagai pusat ibadah dan pengembangan masyarakat turut terpanggil untuk ikut berkontribusi dan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka menyelesaikan masalah narkoba di negeri ini.

DR. H. Munawar Fuad Noeh, MA, Sekretaris DMI mengatakan pihaknya sangat mendukung penuh upaya BNN dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang sangat kompleks di negeri ini. Menurutnya, ulama bisa jadi garda terdepan dalam upaya pencegahan melalui dakwah atau ceramah kepada jamaahnya.

“Untuk akselerasinya, maka pelatihan untuk para Dai atau muballigh tentang materi anti narkoba perlu untuk segera dieksekusi. Rencananya ada sekitar 3.400 Dai dalam satu tahun yang tersebar di nusantara ini untuk dilatih agar mereka bisa menyampaikan khutbah bernuansa anti narkoba kepada para jamaah masjid”, ungkap Munawar usai mengadakan pertemuan dengan Kepala BNN di ruang kerja Kepala BNN, Senin (6/7).

Jika hal ini terealisir, Munawar sangat berharap agar seluruh Dai tersebut dapat menyampaikan secara rutin akan bahaya narkoba dan penanganan yang ideal terhadap penyalahgunanya, sehingga para Dai dapat membantu mengembalikan negeri ini menjadi negeri yang berakhlakul karimah.

Menanggapi kepedulian DMI terhadap masalah narkoba yang kian memprihatinkan ini Kepala BNN, DR Anang Iskandar memberikan apresiasi yang tinggi. Kepala BNN juga mengatakan pihaknya dengan senang hati akan memfasilitasi pelatihan terhadap Dai atau Mubaligh agar mereka mendapatkan pemahaman tentang konsep penanganan masalah narkoba.

“Dengan pemahamanan yang benar, mereka diharapkan dapat menyampaikan informasi tersebut dengan tepat pada masyarakat”, harap Kepala BNN.

Selain pelatihan, BNN dan DMI juga akan segera meluncurkan buku serial panduan khutbah jumat yang menyajikan topik-topik anti narkoba yang nantinya bisa digunakan oleh para khotib saat menyampaikan khutbah Salat Jumat.

Pilot Project Masjid Sebagai Pusat Anti Narkoba

Kepala BNN juga sangat antusias dengan usulan dari DMI tentang konsep Pilot Project Masjid sebagai Pusat Anti Narkoba. Menurutnya, Masjid memang potensial untuk dijadikan pusat aktivitas penanggulangan narkoba baik dalam ranah prevensi dan rehabilitasi.

“Bentuk kegiatannya bisa berupa layanan informasi dan juga konseling untuk para penyalah guna narkoba. Tentu saja konsep ini sejalan dengan program rehabilitasi rawat jalan, di mana para penyalah guna narkoba bisa mendapatkan konseling nantinya, dan itu akan sangat bagus sekali jika pusat konseling itu juga tersedia di setiap masjid”, pungkas Kepala BNN. 

(Humas BNN)

Senin, 06 Juli 2015

Proses Rehabilitasi Tergantung Motivasi Penyalahguna


Tahapan-tahapan yang mesti dilalui oleh pecandu narkoba yang ingin disembuhkan di tempat rehabilitasi, dalam hal ini dari pemerintah melalui BNN, adalah :

1. Penerimaan 
Dimana pecandu diterima untuk di data. Biasanya pas pertama gini, pihak rehabilitasinya melakukan diagnosa tuh ama pasiennya agar bisa diketahui kondisi yang diderita sejauh ini. Diagnosanya ini biasanya dengan metode :
Wawancara, bisa bertanya ama pasiennya, bisa juga ama keluarga atau sahabat-sahabatnya
Pemeriksaan fisik, dengan melihat dari luar sejauh mana gejala yang udah timbul, sama sejauh mana dampak yang diderita ama pasien
Pemeriksaan organ dalam, bisa lewat tes darah, tes urin, tes liur dan sebagainya.
Nah, dari hasil tes awal ini, biasanya pasien bisa dikelompokkan ke dalam golongan-golongan :

Dari hasil tes awal ini, biasanya pasien bisa dikelompokkan ke dalam golongan-golongan :
a) Intoksikasi atau keracunan. Kalau keracunan gini, mesti dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit.
b) Withdrawl tanpa komplikasi, artinya pasien sudah putus dengan zat narkoba dan gak ada penyakit yang berhubungan yang ditemukan. Kalau yang ini langsung dibawa ke tahap 2, yaitu detoksifikasi.
c) Withdrawl dengan komplikasi, artinya walaupun pasien sudah putus dengan zat narkoba, tapi ditemukan penyakit-penyakit yang berhubungan, misalnya hepatitis, jantung, HIV/AIDS, dan butuh dirujuk ke rumah sakit.
d) Overdosis dan gangguan kejiwaan, juga harus dirujuk ke rumah sakit. Buat yang gangguan jiwa, mesti dibawa ke rumah sakit jiwa.

e) Negative, artinya ternyata gak ada narkoba yang ada di dalam tubuhnya. Pasien bisa dipulangkan

2. Detoksifikasi
Di sini, upaya untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh pasien dilakukan dengan intensif. Lamanya tergantung kondisi pasien itu sendiri, biasanya sih sebulan gitu. Detoksifikasi ini bisa pake fasilitas yang ada di tempat rehabilitasi, bisa juga dengan rawat jalan atau dirujuk ke rumah sakit. Tergantung kondisi pasien lagi sih sebenernya.

3. Pra rehabilitasi
Tahap ini merupakan tahap awal program rehabilitasi yang sesungguhnya, dimana pasien akan dikontrol melalui koordinasi dari dokter, psikiater, pekerja sosial sampai dengan oleh pemuka agama masing-masing. Supaya mereka siap menjalani rehabilitasi nantinya sampai selesai.

4. Assessment
Kegiatan di tahap ini antara lain :
a) Pengamatan pasien secara mendalam terhadap pasien oleh petugas
b) Wawancara
c) Review data pribadi
d) Riwayat penggunaan narkoba
e) Penggalian bakat dan minat pasien
f) Test psikologis
g) Pembuatan kesepakata/perjanjian dengan pasien, kayak kesediaan orang tua dan klien untuk direhabilitasi, jangka waktu yang diinginkan sampe dengan program yang akan dijalankan. Pemerintah udah baik banget ya, masih aja butuh persetujuan kita buat bisa kembali normal.

5. Pembinaan dan pelatihan
Setelah melalui kegiatan interaktif dengan petugas, dilakukan kegiatan interaktif dengan pasien sekitar yang ada di tempat rehabilitasi. Hal ini untuk membangkitkan semangat dan motivasi yang ada di dalam pasien. Adapun kegiatan-kegiatannya itu :
a) Bimbingan fisik, seperti olahraga, kesenian, rekreasi sampe dengan perawatan kesehatan
b) Bimbingan spiritual, seperti kegiatan keagamaan yang intensif. Jangan mikir kayak di pesantren ya, di sini pastinya disesuain dengan kondisi pasiennya. Bukan dipaksa-paksa banget gitu. Yang agama islam ya solat, ngaji, puasa. Kalo yang Kristen ya ke gereja, baca al-kitab, dll.
c) Bimbingan sosial, kayak kegiatan-kegiatan yang berkelompok gitu, gotong royong atau games-games berkelompok.
d) Bimbingan belajar dan keterampilan kerja, dikasi pelajaran, diajarin keterampilan kerja yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Asyik kan? Jadi pas keluar udah bisa kerja dan gak ketinggalan dengan perkembangan informasi yang ada di luar.
e) Pembahasan kasus yang dialami sampai dengan evaluasi perkembangan
6. Resosialisasi 
Jika telah lolos tahap pembimbingan dan pelatihan, maka pasien akan diberikan kesempatan untuk bersosialisasi dengan dunia luar, sedikit demi sedikit. gak Cuma di dalam tempat rehabilitasi saja, jadi pasien tidak terlalu bosan. Misalnya, pasien disalurkan untuk magang atau kerja sementara di perusahaan atau kantor pemerintah yang dirasa aman dan bisa mengembalikan semangatnya. Bisa juga pasien diberikan kesempatan untuk mengunjungi keluarga, berbelanja di pasar, ikut kompetisi olahraga, sampai dengan dikasi cuti untuk pulang ke rumah. Selain itu, di sini pasien mengikuti program pencegahan kekambuhan. Pasien tetap di kontrol, diberikan konseling dan harus tetap dievaluasi sejauh mana perkembangannya sebelum benar-benar keluar.

7. Bimbingan lanjut
Jika pasien masih membutuhkan bimbingan setelah diperbolehkan untuk keluar, masih disediakan bimbingan lanjutan berupa konseling dari rumah masing-masing. Nah di sini biasanya pasien berada di halfway house atau rumah antara, dimana pasien boleh berada di rumah ini karena belum memungkinkan atau belum siap untuk balik ke rumah sebenernya.

8. Terminasi
Tahap akhir dari program ini, pelepasan pasien ke dunia luar kembali. Dalam hal ini, pasien telah lolos buat ngikutin semua program yang ada dan dipercaya bisa kembali membangun kehidupannya yang lebih baik.

Semua ini rata-rata selesai dalam jangka waktu 1 tahun, bisa lebih cepat, tergantung dari perkembangan kondisi pasien. Abis tahu semuanya, bukankah tempat rehabilitasi itu sebenernya menyenangkan? Ketemu teman baru, diajarin keterampilan yang belum tentu kita dapat di luar sampe dengan diajarin shalat, ngaji, dan puasa. tak sedikit pecandu yang keluar dari panti rehabilitasi bisa jadi ustad. Jadi, buat para pecandu yang pengen cepet sembuh, jangan takut buat datang ke tempat rehabilitasi. Semakin cepat, semakin baik.

Mengenal 3 Tahap Rehabilitasi bagi Pecandu Narkoba


Tahapan-tahapan rehabilitasi itu adalah tahap rehabilitasi medis, rehabilitasi non-medis dan tahap bina lanjut. Untuk penjelasannya mengenai tahap rehabilitasi diatas adalah sebagai berikut :

Tahap rehabilitasi medis : pada tahap rehabilitasi medis ini client pecandu akan mendapatkan pemeriksaan ke seluruh kesehatan fisik dan mental dari seorang dokter yang terlatih dan ahli. Nah Dokter dan ahli ini yang nantinya akan memberikan kesimpulan serta memutuskan apakah client pecandu ini perlu mendapat obat tertentu atau tidak.

Tehap rehabilitasi non-medis : untuk tahap rehabilitasi non-medis ini client pecandu mengikuti program rehabilitasi, semisal rehabilitasi dengan program Therapeutic Communities(TC). Pada program rehebilitasi ini client pecandu diajak untuk mengenal dirinya melalui pengembangan area kepribadian dimana area kepribadian ini meliputi manejemen perilaku emosi, psikologi, intelektual dan spiritual, vokasional dan pendidikan serta keterampilan untuk bertahan dan menghindar dari segala hal yang menjadi candu bagi client.

Tahap Bina Lanjut : pada tahap bina lanjut atau bisa disebut dengan after care, yakni pecandu mendapatkan kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya untuk mengisi aktivitasnya sehari-hari. Pada tahap ini secara teknis bisa dilakukan dengan membaca pecandu kembali kesekolah atau ketempat kerjanya dengan tetap berada dalam pengawasan dari ahli.

Perlu diingat setiap tahap itu harus dilakukan pengawasan secara terus menerus dan secara berkala sehingga dengan begitu bisa dilakukan adanya evaluasi perkembangan dari pecandu narkoba tersebut.

Sabtu, 27 Juni 2015

Hendryanto Andrie Bertemu Dengan Kapolri




Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba bertemu dengan Hendryanto Andrie dengan Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti pada acara upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015)

Hendryanto Andrie Bertemu Dengan Jendral TNI Moeldoko


Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba bertemu dengan Hendryanto Andrie bertemu dengan Jendral TNI Moeldoko pada acara upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015)

Hendryanto Andrie. DH Bertemu Dengan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso


Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie. DH bertemu dengan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso pada upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015

Hendryanto Andrie. DH Hadiri HANI di Istana Merdeka

Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie. DH mengikuti upacara HANI 2015 di Istana Merdeka, Jum'at (26/6/2015). Yang mengangkat tema “Let’s Develop Our Lives Our Communities Our Identities Without Drugs”.
Peringatan yang untuk menyadarkan manusia sedunia untuk membangun solidaritas bangsa-bangsa sedunia, untuk bersama-sama mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
Indonesia Darurat Narkoba
Dampak kerusakan yang ditimbulkan dari peredaran gelap Narkoba digolongkan dalam kejahatan luar biasa (extraordinary crime) dan serius (serious crime). Terlebih, peredaran gelap Narkoba bersifat lintas negara (transnational) dan terorganisir (organized) sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak.
Situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia saat ini sudah berada pada level Darurat. Angka prevalensi penyalah guna Narkoba secara nasional adalah 2,18% dari jumlah penduduk Indonesia berusia 10 – 59 tahun atau sekitar 4 juta jiwa. Diprediksi jumlah penyalah guna Narkoba akan meningkat menjadi 5 juta jiwa di tahun 2020.


Seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bangkit bersama dalam menanganai permasalahan Narkoba secara komprehensif melalui sebuah gerakan yang dinilai paling ideal dalam upaya menekan angka prevalensi penyalah guna Narkoba. Gerakan tersebut adalah “Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalah Guna Narkoba”. Melalui gerakan penyelamatan penyalah guna Narkoba ini, diharapkan angka prevalensi akan turun dari 4 juta jiwa menjadi 3,7 juta jiwa di tahun 2020.



Berikut cuplikan isi pidato Presiden RI Ir. H. Joko Widodo yang mengajak seluruh masyarakat dan juga stake holder untuk menata ulang langkah bersama dalam mengatasi masalah narkoba, yaitu antar lain ;

“Pertama, langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba secara lebih gencar dari pusat hingga ke daerah, dan terukur serta berkelanjutan.

Yang kedua, peningkatan upaya terapi dan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. Tahun lalu yang menjalani rehabilitasi kurang lebih 18 ribu, tahun ini 100 ribu, tahun depan saya sudah sampaikan ke Kepala BNN yaitu 200 ribu, jadi setiap tahun kita llipatkan lagi karena memang kita kejar kejaran dengan peningkatan penyalahgunaan narkoba yang memang terus meningkat.

Yang ketiga, keberanian penegakan hukum. Keja mereka, tangkap mereka, penegakkan hukuma yang efektif dan langkan pemberantasan peredaran narkoba harus betul-betul dikerjakan dengan serius. Tangkap dan tindak tegas bandar,pengedar dan para pemain besarnya, tidak ada ampun dan saya meminta pada para aparat untuk meningkatkan kemampuan dan perkuat kerja sama antar lembaga jangan terjebak pada ego sektoral. Perluas kerja sama intelijen narkoba, dengan komunitas internasional , tindak keras oknum aparat yang menjadi backing bandar narkoba.

Perketat pengawasan, LP, yang bisa disalahgunakan sebagai pusat peredaran narkoba. ini harus berhenti. Tidak ada lagi LP yang digunakan sebagai pusat peredaran narkoba. Tingkatkan pengawasan di laut. Kita punya ribuah pelabuhan, besar kecil maupun sedang, semuanya harus diawasi, serta wilayah pesisir yagn sering jadi tempat penyelundupan narkoba. Terakhir, kenali modus-modus baru dalam penyelundupan narkoba”, pungkas Presiden RI.

Selasa, 16 Juni 2015

Kunjungan Gema Nusantara Anti Narkoba Kab. Langkat ke BNNK Langkat

DPD Gema Nusantara Anti Narkoba Kab. Langkat melaksanakan kunjungan perkenalan ke BNNK Langka, yangditerima oleh Kasie Pencegahan.

Rombongan Gema Nusantara Anti Narkoba, yang dipimpin oleh Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil Ketua dan juga DPD Gema Nusantara Anti Narkoba yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

"Keberadaan Gema Nusantara Anti Narkoba di Kabupaten Langkat sangat penting guna mensukseskan program pemerintah P4GN" kata kasie Pencegahan









Jumat, 12 Juni 2015

Undangan Makan Malam Serta mengikuti Kegiatan Advokasi P4GN yang di adakan oleh BNNP.SUMUT



DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang dihadiri seluruh pengurus DPW dan pengurus DPD, menghadiri undangan makan malam oleh BNN Provinsi Sumatra Utara yang diwakili oleh AKBP Magdalena Sirait selaku Kapala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan, Kamis (11/6/2015).

Ketua DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara Itansyah Surbakb memaparkan vsi dan misi Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara kepada AKBP Magdalena Sirait, 
dalam pertemuan ini Gema Nusantara membahas dalam hal Program Kerja BNNP Sumut, dimana untuk menyatukan Visi dan Misi Kinerja dalam Bidang P4GN : 

1. PENCEGAHAN
-Pencegahan dapat dilakukan dengan Sosialisasi terhadap Lingkungan Masyarakat.
2. BERANTAS
- Pemberantasan dapat di Lakukan dari mulai Tingkat Yang Paling bawah sampai Tingkat ke Lebih Tinggi.
3. Rehabilitasi
- BNNP. Sumut dan BNNK lainnya Siap menampung bagi para PEcandu Narkoba dengan Tanpa di Pungut Biaya ( GRATIS )













Rabu, 10 Juni 2015

Waspada, Seribu Cara Sindikat Pikat Perempuan Indonesia Jadi Penjahat Narkoba

Banyak cara yang ditempuh sindikat narkoba untuk menjebak perempuan Indonesia jadi kurir narkoba. Dari banyak kasus yang ditemukan, perkenalan dan pertemanan via situs jejaring sosial seringkali dijadikan modus oleh mereka untuk merekrut perempuan Indonesia jadi kurir narkoba lintas negara.

Menanggapi hal ini, perempuan Indonesia harus lebih hati-hati ketika berkenalan dengan pria asing dalam situs jejaring sosial seperti facebook. Meski mereka menjanjikan pekerjaan dengan upah yang besar, atau janji liburan yang menggiurkan, perempuan Indonesia tidak boleh mudah terperdaya.

Baru-baru ini, seorang perempuan Indonesia hampir terjebak dalam lingkaran sindikat narkoba. LS (29), seorang perempuan asal Sukabumi berkenalan dengan seorang pria asing berinisial JMP. LS diberikan tiket untuk bepergian ke Peru, melewati sejumlah negara.

Pada tanggal 23 Mei 2015, LS sempat diamankan oleh Kepolisian Peru karena diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Setelah menjalani pemeriksaan, LS terbukti tidak terlibat dan dibebaskan oleh kepolisian setempat.

Dari keterangan yang disampaikan LS, ia berencana untuk bertemu dengan seorang pria asing yang ia kenal di facebook. Namun, setelah tiba di Peru, LS tidak bertemu dengan yang bersangkutan karena sedang berada di Thailand. Pria tersebut malah meminta LS untuk mengambil tasnya di sebuah hotel di Piura (Peru).

Nasib mujur masih menghampiri LS, karena saat akan mengambil tas tersebut, pihak kepolisian sudah terlebih dahulu mengamankan tas tersebut. Meski sempat ditangkap oleh polisi, namun LS dibebaskan karena tak cukup bukti.

Kasus serupa telah terjadi dua kali dalam satu terakhir ini di Peru, di mana perempuan Indonesia pergi ke Peru dan menjadi korban penipuan sindikat peredaran narkoba.

Masyarakat juga dihimbau untuk curiga dan waspada dengan tawaran perjalanan yang begitu berliku-liku. Seperti yang dialami oleh LS, ia diberikan tiket dari Lima, Peru melewati Sau Paolo, Brasil kemudian bergeser ke Addis Ababa, Ethiopia lalu terbang menuju Kuala Lumpur hingga akhirnya mendarat di Jakarta.

Senin, 08 Juni 2015

LAUNCHING KURIKULUM ANTI NARKOBA DI SURABAYA


Gema News.com-Dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2015, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan BNN Kota Surabaya bekerja sama dengan pemerintah kota dan Dinas Pendidikan Surabaya serta Kanwil Kemenag surabaya melaksanakan launching kurikulum tahun 2015 berbasis anti Narkoba, Selasa (6/9). Momen launching ini dimanfaatkan selaligus untuk melakukan uji coba kurikulum pertama kalinya secara maksimal di Provinsi Jawa Timur. kegiatan yang diselenggarakan di JX International Convention & Exhibition Surabaya ini dihadiri setidaknya 10.000 pelajar dari tingkat SMP hingga SMA.


Kurikulum terintegrasi P4GN ini akan dimasukan pada seluruh mata pelajaran di seluruh tingkatan sekolah. Kurikulum ini juga akan diterapkan pada sistem panduan bimbingan OSIS dan UKS, panduan ekstra kulikuler dan kerjasama lingkungan sekolah bersih Narkoba. acara ini dihadiri langsung oleh kepala Bnn, Anang Iskandar, dan walikota kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kedepannya diharap kurikulum ini dapat diterapkan diseluruh indonesia mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. melalui kurikulum ini pemerintah berharap dapat memberi imunitas sejak dini terhadap generasi muda agar terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan Narkoba. (Humas BNN)

PELANTIKAN KEPALA BNNP MALUKU Kombes Pol. M. Arief Dimjati


Gema News.com-Sebagai salah satu lembaga pemerintah yang berada langsung di bawah Presiden, Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki kelengkapan alat organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya baik di pusat maupun di daerah. Demi mencapai kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, BNN secara berkala melakukan penyegaran dengan bentuk pergantian jabatan. Seperti kegiatan pelantikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) yang dilakukan pada hari ini, Senin (8/6) di kantor Gubernur Maluku. Kombes Pol. M. Arief Dimjati dilantik sebagai Kepala BNNP Maluku untuk menggantikan Drs. Pattiasiana, M.Sc. MH. yang telah menjabat sejak tahun 2011. Pelantikan ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur Maluku Ir. H. Said Assagaff yang disaksikan oleh para pejabat tinggi di lingkungan BNN.


Kepala BNNP Maluku yang memiliki nama lengkap Mochammad Arief Damjati tersebut menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan kriminologi, dan saat ini masih menyeleasikan studi S3 nya di jurusan yang sama di Universitas Indonesia. Drs. M. Arief Dimjati M.Si. merupakan seorang Master Kriminologi yang ditugaskan di BNN sejak tahun 2010 dimana sebelumnya bertugas di kesatuan Polda Metro Jaya. Selama bertugas di BNN pria kelahiran Lumajang ini pernah menjabat sebagai Analis Madya Dit Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan, Kasubdit Intel Taktis dan Prodok Dit Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan, Analis Pemetaan Jaringan Dit Intelijen, Kasubdit Non Amphetamin dan Non Methamphetamin Dit Narkotika Sintesis, dan terakhir menempati jabatan Kasubdit Prekursor Dit Psikotropika dan Prekursor Deputi Pemberantasan sebelum akhirnya dipercaya untuk memimpin BNNP Maluku.


Latar belakang pendidikan dan karier yang matang mengantarkan M. Arief Dimjati saat ini untuk memegang pucuk pimpinan BNN di Provinsi Maluku. Tugas dan tanggung jawab tentu sudah menunggu untuk segera dituntaskan. Tidak hanya pemberantasan, tetapi juga pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dengan upaya rehabilitasi.

Menurut data hasil penelitian yang dimiliki BNN pada tahun 2014, Provinsi Maluku menempati posisi ketujuh dengan jumlah penyalahguna sebanyak 27.150 jiwa dari jumlah populasi sebanyak 1.169.800 jiwa. Oleh sebab itu, di tahun 2015 ini Provinsi Maluku memiliki target sebesar + 1000 pecandu untuk dapat direhabilitasi, seperti yang telah dideklarasikan pada program rehabilitasi 100.000 penyalah guna Narkoba di Maluku pada pertengahan Maret lalu. Hal tersebut merupakan pr pertama yang sudah menanti Kepala BNNP Maluku baru untuk direalisasikan. Dengan adanya kepala BNNP yang baru, semua pihak berharap pergantian jabatan ini dapat menjadi penyegaran yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi BNN dalam menyelesaikan permasalahan Narkoba di daerah, khususnya Maluku. (Humas BNN)

Sabtu, 06 Juni 2015

Direktur Narkoba Polda Sumut Terima rombongan GN-AN


Ketua umum Hendryanto Andrie, Wakil ketua umum Le Putra Gema Nusantara Anti Narkoba berserta pengurus DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi (Ketua DPW, Wakil Ketua DPW, Sekretaris DPW, Wakil Bendahara DPW) beraudien dengan Direktur Narkoba Polda Sumut yang di terima Oleh Kombes Pol Reynald Silitonga, SH, M.Si.

Dalam sambutannya Dir Narkoba Polda Sumut mengharapkan kehadiran Gema Nusantara Anti Narkoba dapat bersinerji dengan Polisi untuk kegiatan P4GN, kami siap menjadi narasumber untuk kegiatan yang dilaksanakan elemen masyarakat.

Direktorat Narkoba Polda Sumut selalu mengirimkan penyalahguna narkoba ke balai Rehabiltasi milik BNN baik yang berada di Lido, Bogor, di Badoka Sulawesi Selatan, di Tanah Merah Samarinda dan di Batam Kepulauan Riau.

Selanjutnya Kombes Pol Reynald Silitonga, SH, M.Si, mengatakan bahwa, "Jangan pernah warga takut utuk melaporkan diri bila mereka menjadi penyalahguna narkoba. Segera ikuti program wajib lapor ke IPWL, pasti tidak akan ditangkap. Melainkan pasti akan di rehabilitasi oleh negara. Gema Nusantara Anti Narkoba harus menjangkau penyalahguna narkoba untuk ikut program wajib lapor".



Jumat, 05 Juni 2015

AKBP Magdalena Sirait Terima Gema Nusantara Anti Narkoba


Rombongan Gema Nusantara Anti Narkoba yang di pimpin Ketua Umum Hendryanto Andre dan Wakil Le Putra beserta kepengurusan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang di Wakili Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara/Wakil Bendahara bersilaturahmi dengan Kepada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatra Utara yang baru AKBP Magdalena Sirait, menggantikanpejabat sebelumnya Drs. Tungkus Harianja yang sekarang sebagai Kepala BNN Kabupaten Asahan di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2015).


Putra beserta kepengurusan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Provinsi Sumatra Utara yang di Wakili Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara/Wakil Bendahara bersilaturahmi dengan Kepada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatra Utara yang baru AKBP Magdalena Sirait, menggantikan


Dalam sambutannya Ketua Umum DPP Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie mengatakan, “Kami Gema Nusantara Anti Narkoba adalah bagian dari BNN, karena kami Gema Nusantara Anti Narkoba adalah binaan dari BNNRI dibawah Direktur Peran Serta Masyarakat dibawah pimpinan Brigjen Pol. Siswandi”, kata Hendryanto Andrie.

“Kehadiran Gema Nusantara Anti Narkoba di Sumatra Utara sangat diperlukan oleh BNN, apalagi hubungan ini telah terjalin sebelumnya saat saya sebagai Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang,”kata AKBP Magdalena Sirait.

Selanjutnya dalam sela sela pertemuan tersebut, AKBP Magdalena Sirait mengharapkan kerjasama dengan DPW Gema Nusantara Anti Narkoba Prov. Sumatra Utara untuk tetap mendukung kegiatan BNN Kabupaten Deli Serdang yang ditinggalkannya dan dapat ditingkatkan sinerji dengan BNN Prov. Sumatra Utara