Sabtu, 30 Juli 2016

Petugas yang Terlibat Jaringan Freddy Ditindak Tegas


Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Drs. Budi Waseso (Buwas) menegaskan memberikan sanksi yang keras terhadap personel badan anti narkoba, yang terlibat membantu jaringan narkoba Freddy Budiman. 

Buwas menyampaikan hal tersebut, terkait pesan singkat dan postingan dalam fanpage Facebook milik KontraS, yang mengatasnamakan Harris Azhar.

Dalam postingan yang berjudul “Cerita Busuk Seorang Bandit”, Harris menyampaikan penuturan Freddy Budiman, yang menyebutkan keterlibatan aparat BNN dalam jaringan bisnis narkobanya. 

“Jika terbukti, oknum BNN membantu Freddy Budiman dalam melancarkan bisnis Narkoba-nya, maka akan diberikan sanksi tegas dan keras, sesuai peraturan serta perundang-undangan yang berlaku”,ujarnya, Jumat (29/7/2016). 

Buwas juga menegaskan, pihaknya tetap pada komitmenya dalam memberantas pelaku dan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. “Diharapkan juga peran serta masyarakat dalam mendukung terciptanya aparat penegak hukum yang bersih”,ujarnya. 

Terkait postingan pada fanpage Facebook KontraS tersebut, Buwas meminta penulis yang mengatasnakan Harris Azhar dapat membuktikan penuturan Freddy Budiman dalam kesaksiannya. “BNN juga mendukung aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kebenaran berita tersebut”,tegasnya.

Sumber: 

Untuk Sementara, Terpidana yang Dieksekusi Mati Hanya 4 Orang

.

Beberapa kendaraan mulai keluar seusai pelaksanaan eksekusi mati di Pelabuhan Wijayapura, Nusakambangan, Jumat (29/7/2016) dini hari

Pelaksanaan eksekusi terpidana mati di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, telah dilaksanakan pada Jumat (29/7/2016) dini hari sekitar pukul 00.50 WIB
Untuk sementara, eksekusi pada hari ini dilakukan terhadap empat orang dari 14 terpidana mati yang dijadwalkan akan dieksekusi pada dini hari ini.
"Sudah, tadi ditembak cuma empat orang. Sudah beres segitu," kata seorang sumber Kompas.com seusai keluar dari kapal penyeberangan, Jumat dini hari.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengatakan, keempat terpidana yang dieksekusi itu adalah Freddy Budiman (Indonesia), Michael Titus Igweh dan Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria), serta Seck Osmane (Senegal).
"Sudah dieksekusi empat terpidana, pukul 00.45," kata Noor kepada wartawan di Cilacap, Jumat dini hari.
Adapun eksekusi untuk 10 narapidana lainnya masih menunggu proses selanjutnya.
Sampai berita ini diturunkan, beberapa kendaraan bernomor polisi Jakarta mulai bergantian keluar dari pelabuhan. Namun, belum satu pun mobil ambulans yang keluar dari pelabuhan.
Beberapa mobil Patwal Satlatas telah bersiaga dan rencananya akan melakukan pengawalan ambulans berisi jenazah.

BNN Tantang KontraS Bongkar Kebenaran Pernyataan Freddy Budiman

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari dan Kasubag Humas Kombes Pol. Slamet Pribadi

Pernyataan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar yang menyebutkan ada keterlibatan lembaga tinggi negara seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Mabes Polri dalam peredaran narkoba Freddy Budiman menuai polemik.

Dalam pernyataannya, Haris Azhar mengatakan pada 2014 dirinya pernah bertemu Freddy Budiman dan sempat bercerita banyak soal adanya keterlibatan oknum polisi dan oknum BNN dalam peredaran narkoba di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi menantang agar Kontras membuka tabir kebenaran pernyataannya yang sempat berbicara dengan Freddy Budiman tersebut.

‎"Situ percaya, orang dia (Haris Azhar) enggak nyebut siapa orangnya. Harusnya nyebut siapanya, sebutkan aja, nggak apa-apa, lebih enak malahan kita itu. Tapi itu enggak disebut sama sekali‎," ujar Slamet saat dikonfirmasi, Jumat (29/7/2016).
Slamet pun menyatakan, bahwa pernyataan KontraS tersebut, tidaklah dapat dipercaya‎. Lantaran, pada pernyataan tersebut tidak dijelaskan siapa oknum yang dimaksud oleh Haris Azhar.
‎"Saya enggak percaya, saya kan tahu dalamnya BNN. Misalnya begini, yang nyuri rakyat Indonesia, lah siapa rakyat Indonesia? Kan ada 195 jutaan rakyat Indonesia," tegasnya.
Oleh karena itu, BNN menantang KontraS untuk membuka sejelas-jelasnya pernyataan tersebut. Sehingga, pernyataan tersebut dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti apabila jelas keadaannya.
"Iya kita tantang, sebutkan saja siapa namanya," tandasnya.

Jumat, 29 Juli 2016

Bawa Sabu 2 Kg Di Kaleng Roti, Pria Asal Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu

Sukry (26) asal Tuha Lala, Kabupaten Aceh Pidie, Aceh, ditangkap petugas keamanan Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Medan, karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat dua Kg.

"Dia sudah diamankan personil avsec, Syukri berencana menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 270 tujuan Lampung" terang Pelaksana Tugas Manajer Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, Kamis (28/7/2016).

Awalnya, Sukry yang akan terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia diperiksan di Security Chek Point (SCP) KNIA. Sesaat setelah itu, petugas curiga barang yang dibawa oleh Syukri dan setelah dilakukan pengecekan barang bawaan oleh petugas Avsec KNIA. Petugas berhasil mendapatkan dua Kg sabu yang dibungkus dalam kaleng roti secara rapi. Sedangkan untuk penyelidikan lanjutan, Sukry diboyong ke Polres Deli Serdang.

"Pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Deli Serdang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan melakukan penyidikan serta pengembangan kasus tersebut," tutup Wisnu

Menjelang pelaksanaan eksekusi hukuman mati, Suasana Dermaga Gelap.

Berbagai persiapan terus dilakukan hingga hari Kamis (28/07) menjelang rencana eksekusi hukuman mati terhadap sejumlah narapidana di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
CilacapImage 
Pada hari Kamis (28/07) mobil ambulans diberangkatkan ke pulau tersebut.Pengamanan di Cilacap sudah ditingkatkan dengan penambahan aparat keamanan, baik dari TNI maupun Polri. Pejabat di Cilacap mengatakan jumlah personel yang ditugaskan mengamankan eksekusi sekitar 1.500 orang.
CilacapImage 
Aparat keamanan antara lain ditempatkan di Pelabuhan Wijayapura, yang merupakan pintu masuk menuju Nusakambangan.Dalam eksekusi kali ini, diperkirakan terdapat 14 narapidana, sebagian besar berkewarganegaraan asing, yang menghadapi regu tembak, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus narkoba.
CilacapImage 
Uni Eropa dan PBB sudah menyerukan agar eksekusi ditunda, namun pemerintah Indonesia menolak seruan tersebut. Pemerintah mengatakan "telah terjadi kondisi darurat" yang mendorong pemerintah menerapkan hukuman berat bagi pengedar dan penyelundup narkoba.
CilacapImage 
Pada hari Rabu (27/07) perwakilan dan keluarga narapidan diizinkan untuk menjenguk.
Kejaksaan juga sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah diplomat, menjelaskan pelaksanaan eksekusi.
CilacapImage 
Keluarga narapidana yang menghadapi hukuman mati dibawa dengan bus setelah tiba kembali di dermaga di Wijayapura. Para narapidana sudah dipindahkan ke sel-sel isolasi dan para pejabat mengatakan tidak akan ada lagi kunjungan.
CilacapImage 
Kehadiran aparat keamanan sangat terasa menjelang pelaksanaan eksekusi.
CilacapImage 
Selain di sekitar Pelabuhan Wijayapura, aparat keamanan dari TNI juga ditugaskan di perairan di sekitar Pulau Nusakambangan. Kawasan ini dilaporkan sudah dinyatakan tertutup untuk publik.
CilacapImage 
Hingga Kamis sore belum ada pernyataan resmi tentang waktu pelaksanaan eksekusi, juru bicara Kejaksaan Agung, Muhammad Rum, hanya mengatakan bahwa "eksekusi dilakukan dalam waktu dekat".

Sumber : http://wwwhttp://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160728_foto_cilacap_eksekusi.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160728_foto_cilacap_eksekusi

Oknum TNI AD dan Warga Bireuen Ditangkap Polisi Bawa Sabu 10 Kilo

Dua kurir sabu ditangkap Tim Mabes Polri yang dipimpin AKBP Kris Subabdrio di SPBU Petatal, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Rabu (20/7/2016) kemarin.

Salah satu tersangka merupakan oknum TNI berinisial Praka S, sedangkan rekannya seorang warga sipil berinisial R. Dari tangan keduanya, petugas mengamankan barang bukti 10 Kg sabu dan mobil Honda HR-V warna putih Nopol B 2672 SKB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua tersangka merupakan kurir sabu jaringan internasional, Malaysia-Batubara. Kasus ini masih dikembangkan untuk menangkap anggota jaringan barang haram ini.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, Praka S merupakan anggota TNI AD dari Yonif 113/Jaya Sakti. Sementara R merupakan warga Bireuen, Aceh.

Dia menyebutkan, seorang tersangka berhasil kabur sambil membawa kunci kontak mobil tersebut. Saat ini tersangka yang kabur masih dalam pengejaran petugas. “Praka S dan R ditangkap saat berada dalam mobil,” jelasnya.

Kombes Rina mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, tim Mabes Polri menguntit mobil tersebut, dan dilakukan penyergapan saat berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar. “Praka S mengaku diupah Rp 10 juta untuk membawa sabu itu ke Bireuen. Sementara R diupah Rp 30 juta,” tandasnya.



sumber

DISEMINASI INFORMASI PEMBANGUNAN WAWASAN ANTI NARKOBA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN SMK TARUNA BAKTI

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cianjur mengadakan Kegiatan Diseminasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan yang dilaksanakan di SMK Taruna Bakti Kabupaten Cianjur, Kamis (28/07/2016) dibuka oleh Wakasek Ksiswaan SMK Taruna Bakti, Deden Asep Kuswara, S.Ag.
Kegiatan langsung oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Cianjur, Asep Husen, SH, M.Si, menjelaskan, ''bahaya Narkoba sudah masuk ke wilayah pendidikan, Diseminasi Informasi tentang bahaya Narkoba ini penting bagi pelajar terlebih korban penyalahgunaan narkotika saat ini adalah kalangan muda dan pelajar. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat mengenalinya sejak dini berbagai macam jenis narkotika, mulai dari segi hukum maupun dampak penyalahgunaan obat-obatan terlarang. BNN Kabupaten Cianjur, sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan bersih dari penyalah gunaan Narkoba”,

Kegiatan oleh 3 orang Narasumber
1. SUDARMAN (Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur) materi “Pembentukan Karakter Pelajar Berprestasi Tanpa Narkoba”
2. Hj. ETTYH FATIMAH, KS (BNNP Jawa Barat) dengan materi “Pemahaman Bahaya dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba” 
3. DEDI DWITAGAMA (Akademisi dari Jakarta) dengan materi “Pribadi Berkarakter Sukses di Masa Depan.”
Kegiatan ini dihadiri oleh 75 siswa/i perwakilan dari kelas X, XI dan XII dari seluruh jurusan. 

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMK Taruna Bakti, Deden Asep Kuswara, S.Ag mengatakan, sangat mendukung sekali upaya yang dilakukan BNNK Cianjur menurutnya hal penting bagi para remaja agar tidak terjerumus dengan narkoba yaitu dengan dampingan orang tua. Sekolah hanya sebatas mendukung anak tersebut, dan memberikan wawasan agar para siswa mempunyai edukasi dan wawasan anti narkoba, Semoga upaya BNNK Cianjur dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas Narkoba khususnya di Kabupaten Cianjur mendapat ridho serta petunjuk dan bimbingan dari Allah, SWT,'' pungkasnya.



Kamis, 28 Juli 2016

BERSAMA BNN, SATELIT LAPAN KEMBALI TANGKAP KEBERADAAN LAHAN GANJA

Bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Narkotika
Nasional (BNN) kembali menemukan adanya ladang ganja di dataran tinggi Provinsi Aceh. Bersama BNN Provinsi Aceh, Polres Aceh Besar, Kodim, Brimob, dan Polda Aceh, BNN melakukan penyisiran dan berhasil menemukan ladang ganja di kawasan Desa Lambada Kemukiman Lamteuba, Kec. Seulimeum, Aceh Besar, Rabu (26/7).
Dari laporan hasil pantauan Satelit milik LAPAN, BNN melakukan penyisiran dan berhasil menemukan dua titik ladang ganja seluas ± 3 hektar. Masing-masing ladang memiliki luas 1 hektar dan 2 hektar yang ditanami ribuan batang ganja setinggi 1-2 m.
Lahan yang terletak diketinggian 720 mdpl tergolong cukup sulit untuk didaki. Jalan yang terjal dan penuh semak menyulitkan petugas untuk dapat menemukan lokasi tersebut. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk tiba di ladang ganja yang berjarak 8 km dari pemukiman. Hingga saat ini, petugas masih terus mencari titik-titik ladang ganja lainnya hasil pantauan satelit milik LAPAN.
Sepanjang tahun 2016, BNN telah melakukan pemusnahan ladang ganja sebanyak 4 kali dengan total luas lahan ganja yang dimusnahkan sebesar ±18,5 hektar. Sebelumnya, di bulan Februari, BNN memusnahkan 1,5 hektar lahan ganja yang terletak di kawasan Lamteuba. Kemudian di bulan April BNN kembali menemukan ladang ganja seluas 7 hektar dikawasan Gunung Seulawah Agam. Tak jauh dari lokasi tersebut, pada bulan Mei, BNN kembali menemukan ladang serupa seluas 7 hektar.
Dilakukannya pemusnahan ladang ganja ini tak hanya menekan pasokan narkotika saja, namun diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dengan melakukan pengalihan fungsi lahan ganja.
Melalui pemusnahan ini BNN mencoba untuk menegaskan kepada para pelaku kejahatan Narkoba bahwa menyalahgunakan, menyimpan, memiliki bahkan menanan tanaman narkotika, dilarang oleh negara. Dengan begitu, masyakarat akan lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar.



Pelaksanaan Eksekusi Terpidana Mati Narkoba Jilid III

Kepala Sub Bagian Humas Polres Cilacap, Ajun Komisaris R Bintoro mengonfirmasi eksekusi dilakukan pada Jumat 29 Juli 2016 dini hari.  "Iya, iya," kata Bintoro, di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Kamis (28/7/2016)
Regu tembak untuk rencana eksekusi mati tahap ketiga tiba di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.
Delapan bus berukuran besar tiba di Dermaga Holcim, Cilacap, Jawa Tengah sekitar 14.30 WIB.
Kejaksaan Agung Dibantu Polri Satbrimob menyiapkan 168 orang penembak untuk melakukan eksekusi malam nanti.

"Eksekusinya malam ini," kata salah satu petugas penjagaan yang enggan disebutkan namanya kepada Tempo di Dermaga Holcim, Kamis, 28 Juli 2016.
Pernyataan petugas tersebut diperkuat dengan larangan warga sekitar untuk melintas ke wilayah dermaga hingga Jumat, 29 Juli 2016.
Warga diperbolehkan melintas seperti sediakala pada Sabtu mendatang. "Tapi, ya tergantung eksekusinya. Kalau hujan, eksekusinya batal, ya aturannya akan diperpanjang," ujarnya.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menyatakan Polri telah menyiapkan 300 personel brigadi mobil untuk membantu eksekusi mati. Jumlah terpidana yang bakal dieksekusi sebanyak 14 orang.
Satu regu tembak untuk masing-masing terpidana terdiri dari 12 orang.
Adapun para terpidana yang bakal berhadapan dengan regu tembak antara lain
1. Ozias Sibanda dan 
2. Fredderikk Luttar dari Zimbabwe 
3. Obina Nwajagu bin Emeuwa, Seck Osmane,
4. Humprey Ejike alias Doctor,
5. Michael Titus Igweh,
6. Okonkwo Nongso Kingsley, dan 
7. Eugene Ape, keenamnya dari Nigeria.

Selain itu ada
8. Freddy Budiman alias Budi, 
9. Agus Hadi,
10. Pujo Lestari bin Sukatno, dan
11. Merry Utami dari Indonesia.
12. Zulfiqar Ali (Pakistan), serta

Gurdip Singh (India). Istri Zulfiqar Ali, Siti, membenarkan kabar eksekusi mati akan dilaksanakan pada Sabtu dini hari. "Kabarnya begitu," katanya sembari terisak.

Jakarta- Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian RI Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan umumnya para terhukum mati meminta dieksekusi pada malam hari.
"Saat itu suasananya tenang," ucapnya di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juli 2016.
Martin berujar, pencahayaan pada malam hari bisa dibantu lampu.

Ia mengaku belum mendapat informasi soal waktu pelaksanaan eksekusi mati gelombang ketiga ini. Namun ratusan anggota Brigade Mobil sudah siap membantu eksekusi.
"Sudah disiapkan hampir 300 personel Brigade Mobil untuk membantu eksekusi," tutur Martin.

Anggota Brimob ini dibagi menjadi regu pengawalan, pengamanan, dan tembak.
Seorang terhukum mati akan dieksekusi 12 penembak. Jumlah terhukum mati yang bakal dieksekusi sebanyak 14 orang.

Maka ada 168 personel Brimob yang akan menjadi juru tembak.
Martinus menjelaskan, beberapa tim sudah berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Batu, Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

"Tim lain masih ada di sekitar Nusakambangan, yang bersiap-siap apabila sewaktu-waktu ada permintaan dari jaksa untuk melakukan eksekusi mati," ucapnya.
Selain itu, kata Martinus, jaksa sudah mempersiapkan rohaniwan, dokter forensik, dan peti jenazah. Kejaksaan Agung mengumumkan, eksekusi vonis mati semakin dekat.
"Jumlahnya, kalau tidak ada perubahan, 14 (terpidana)," ujar Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di kantornya, Rabu, 27 Juli 2016.

Bawa Sabu 1Kg, Kurir Asal Aceh Diciduk Ditres Narkoba Polda Jambi



Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, ungkap pria asal Biren, Aceh pembawa lebih kurang 1 Kg narkotika jenis sabu.
Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, menyebutkan, tersangka berinisial M ini di amankan di wilayah Kabupaten Batanghari, belum lama ini.
"Dari penangkapan tersangka diamankan sabu sekitar 1 Kg," ujar Kapolda, Rabu (20/7) siang.
Dia menyebutkan, barang haram tersebut dibawa dari Aceh, melalui Medan menuju Jambi via darat.
"Sekarang masih dalam pengembangan," tegasnya.

Bareskrim Polri Tangkap Dua Sindikat Afrika. Menyita 62.Kg Sabu


Keberhasilan menangkap 2 Sindikat Afrika dan menyita 2 Kg Sabu dijelaskan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirnarkoba) Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Dharma Pangrekun mengatakan, atas pengungkapan sindikat jaringan narkotika internasional (Afrika/Nigeria-Indonesia) telah ditetapkan dua tersangka.Pertama adalah ZL berperan sebagai koordinator kurir sekaligus sebagai pengedar sindikat ini. Kedua, adalah MN berperan sebagai kurir yang mengambil pengiriman narkotika jenis methaphetamine ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Jaringan ini, kata Dharma, dikendalikan langsung oleh warga negara Nigeria. Mereka berencana menyelundupkan methapehetamine ke Indonesia menggunakan paket pengiriman barang yang dikemas dalam filter udara alat berat cat.
"Penangkapan pertama dlakukan di Gerbang Tol Cibubur Utama kilometer 14 pada 20 Juli 2016.
Dari tersangka tim menyita narkotika jenis methaphetamine sebanyak 33,5 kilogram yang dikemas dan disimpan dalam empat buah filter udara alat berat cat," kata Dharma di Direktorat IV Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/7/2016)
Selanjutnya dilakukan pengembangan dari penangkapan tersebut, dan tim gabungan kembali mendapatkan pengiriman narkotika dari sindikat ini 25 Juli 2016.
"Modus dan penerima yang sama yaitu dua orang tersangka yang sudah diamankan sebelumnya dengan barang bukti 28,5 kilogram narkotika jenis methaphetamine yang disembunyikan dalam tiga buah filter udara alat berat car dan satu bungkus sereal yang dikemas dalam dua buah peti kayu,
" ujar Dharma.Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN CIANJUR GELAR RAPAT KERJA TIM KOORDINASI TINGKAT DAERAH

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cianjur menggelar kembali kegiatan Rapat Kerja Tim Koordinasi Tingkat Daerah di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Pemkab Cianjur (27/07/2016). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BKBPP, Kasat Narkoba Res Cianjur, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Cianjur, Dinsosnakertrans; Badan Kesbangpol dan Pemda Kabupaten Cianjur; Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Cianjur, HENDRIK.

Kegiatan Rapat Kerja tersebut membahas tentang RSUD Cimacan telah siap dan akan melaksanakan rehabilitasi rawat jalan 36 orang penyalah guna narkoba mulai minggu ke-4 bulan Juli 2016, serta dukungan Instansi terkait dalam upaya rehabilitasi korban penyalah guna Narkoba dan dapat segera memfungsikan Rumah Sakit Daerah Cianjur dan Pusat Kesehatan Masyarakat Kelurahan Muka tempat Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di wilayah Kabupaten Cianjur, dalam Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat dan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah.

“Untuk mendukung dan mensukseskan program Pemerintah Rapat Kerja dan Tim Koordinasi Tingkat Daerah perlu dilakukan Sinkronisasi dan Koordinasi Program Rehabilitasi dengan Instansi terkait dengan harapan dapat menyamakan persepsi dalam mekanisme pelaksanaan program dan mengetahui sejauh mana kesiapan Instansi terkait, diharapkan dapat menghasilkan Rekomendasi yang berarti dalam upaya Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi”, tutur HENDRIK.

Rabu, 27 Juli 2016

Kembalikan Ikon Tasikmalaya Menjadi Kota Santri

Ketua Umum DPP Gentara Hendryanto Andrie bersama dengan Deputi Rehabilitasi Gentara Erwin Oentoro dan Direktur P4GN Gentara Alam Johar menuju Tasikmalaya dalam rangka pembekalan calon pengurus DPD Gentara Kabupaten Tasik Malaya juga sekaligus meninjau lokasi sebuah lokasi Pondok Rehabilitasi Jiwa dan Narkoba bernama Yayasan At-Taubah, yang beralamat di jalan Raya Sukaratu Galunggung Tasikmalaya.Selasa (26/7).

Dalam kegiatan pembekalan kepada calon pengurus DPD Gentara Tasikmalaya, Hendryanto Andrie mamaparkan data bahwa di Kabupaten/Kota Tasikmalaya terdapat 800 orang lebh anak Sekolah Dasar menjadi pengguna narkoba, Modus penyebarannya bervariasi. Yang membahayakan, kata Hendryanto Andrie, melalui media makanan, seperti permen. 'Anak-anak mulai tergiur narkoba dari makanan yang kurang terkontrol. Jika sudah mencicipi makanan itu (mengandung narkoba) satu kali, lama-lama akan ketagihan.


Selanjutnya ungkap Ketua Umum DPP Gentara, Kota Tasikmalaya adalah urutan kedua kasus narkoba di Provinsi Jawa Barat. Ironis memang, Tasikmalaya yang berjuluk kota santri ini ternyata memiliki prestasi kelam.Secara umu prevelansi Narkoba di Kota Tasikmalaya pengguna narkoba setiap tahunnya meningkat sekitar 20 sampai 30 persen. Hal ini membuat Tokoh Tasikmalaya Haji Syahrir kaget kegita mendengar penjelasan Hendryanto Andrie.

Untuk itu mari kita selamatkan generasi Muda Tasikmalaya dari bahaya penyalahgunaan narkoba, wujudkan generasi Tasikmalaya Sehat, Kuat, Hebat tanpa narkoba. Mari wujudkan kembali ikon Tasikmalaya menjadi Kota Santri", ajak Ketua Umum Gentara.

Hal ini mendapat tepuk tangan dari seluruh peserta yang hadir, Mereka sangat bersemangat bergabung dengan Gentara.

Dalam kesempatan lain rombongan DPP Gentara juga mengunjungi lokasi Pondok Rehabilitasi Jiwa dan Narkoba bernama Yayasan At-Taubah, dimana disana terdapat 60 orang pasien (kebanyakan akibat ketergantungan narkoba) yang sedang menjalani proses rehabilitasi non media, yang siap bekerjasama dengan DPP Gentara. Hal tersebut dikemukakan oleh H. Dedi sebagai pemilik Yayasan.







BNNP MALUT, Megisi PLS Dalam Rangka P4GN


Dalam rangka sosialisasi P4GN dilingkungan sekolah BNN Provinsi Maluku Utara mengisi kegiatan PLS (pengenalan lingkungan sekolah) di SMP Islam 1 Ternate,  SMP N 6,SMK N 2,dan SMA N 10 Ternate, sebagai barometer generasi muda siswa-siswi perlu di bekali pengetahuan tentang narkoba, dalam arahannya salah satu narasumber di SMK N 2 Ternate Suryanti Suamole, SH mengatakan bahwa memerangi dampak penyalahgunaan narkoba guru dan siswa harus bersinergi, bertukar informasi setiap waktu tentang masalah yang berkaitan degan narkoba siswa juga wajib aktif sebagai ujung tombak perang terhadap narkoba di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.


Selasa, 26 Juli 2016

Ciamis Jalur Transit Narkoba


Rombongan DPP Gentara yang dipimpin Ketua Umum Hendryanto Andrie didampingi Deputi Rehabilitasi Erwin Oentoro dan Direktur P4GN Alam Jauhar melaksanakan kegiatan bahaya penyalahgunaan narkoba ke kota Ciamis, yang dihadiri lebih dari 50 orang. Senin (25/7).

Mengingat Ciamis menjadi jalur lintas (Transit) ya ng sangat dalam perdagangan narkoba, kalau tidak disikapi dengan benar maka akan menjadikan Ciamis menjadi rawan narkoba. Karena di sebelah selatan ada Kabupaten Pangendaran merupakan daerah tujuan wisata tidak menuntut kemungkinan ada jalur tikus peredaran narkoba yang melalui laut Peredaran naroba di Ciamis didominasi oleh narkoba jenis ganja sabu dan obat obatan", Kata Hendryanto Andrie