Jumat, 30 Desember 2016

BNNP MALUT, Gelar Realis Akhir Tahun 2016


BNNP Malut menggelar Press Realis Akhir Tahun 2016 , Sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja,  bertempat di ruang rapat BNNP Malut. Jumat  (30/12).

Diundang juga 12 media cetak baik elektronik dan media online mengikuti dengan seksama Press Realis yang disampaikan oleh Kepala BNNP Malut, Kombes Pol. Richard M.Nainggolan, MM,MBA.

Para Kabid memuat capaian kinerja bidang pemberantasan, pencegahan dan bidang rehabilitasi ini diapresiasi oleh para awak media yang juga menanyakan lebih detail terkait informasi yang disampaikan.

Terkait rencana kegiatan di tahun 2017, Kepala BNNP juga menyampaikan BNNP akan fokus pada menurunnya angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba di provinsi Maluku Utara dengan menjalankan tugas P4GN.

Untuk tugas Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, upaya yang akan dilakukan BNNP adalah menjadikan masyarakat immune dan memiliki daya tangkal menolak narkoba.

Sehubungan dengan hal tersebut gubernur Maluku Utara saat ditemui kepala BNNP Malut kamis malam kemarin (29/12) telah berkomitmen untuk membantu upaya pencegahan narkoba di Maluku Utara melalui bidang pendidikan yang dimulai sejak usia dini sampai dewasa khususnya dari jenjang pendidikan Paud sampai SMA melalui kurikulum terintegrasi misalnya integrasi pengetahuan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ke mata pelajaran Mulok dan akan dievaluasi pada ujian sekolah.

Selain itu pelaksanaan Pembangunan berwawasan Anti Narkoba ( Bang Wawan ) dengan pelibatan penuh seluruh unsur masyarakat diharapkan dapat berjalan maksimal untuk mempersempit ruang gerak bandar narkoba.

Pelibatan serta masyarakat juga dilakukan dengan memperbanyak jumlah relawan atau satgas anti narkoba.

Upaya rehabilitasi akan lebih disosialisasikan sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk wajib lapor sesuai amanat UU no.35 tahun 2009 dan PP no.25 tahun 2011. Komitmen gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, terkait rehabilitasi bagi pecandu juga mewacanakan berdiri nya panti rehabilitasi medis bagi pecandu narkoba khususnya di provinsi Maluku Utara.

Upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dilakukan dengan memperketat pintu masuk jalur peredaran gelap narkoba melalui interdiksi terpadu dengan multi stakeholder dan melibatkan masyarakat untuk menjaga lingkungannya. Selain itu BNNP juga akan menindaklanjuti pengembangan hasil ungkap kasus narkotika tahun 2016.





LEP

Kamis, 29 Desember 2016

EVALUASI INTERDIKSI HADIRKAN SOLUSI


Memasuki akhir tahun 2016 Direktorat Interdiksi, Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan interdiksi terpadu bersama dengan perwakilan instansi terkait, Rabu (28/12) di kantor pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur. Sejumlah agenda dibahas dalam rapat koordinasi ini seperti output interdiksi, monitoring center, penguatan kerjasama, dan evaluasi dari berbagai program serta kegiatan bersama yang telah dilakukan sepanjang tahun 2016.

Rapat ini juga merupakan evaluasi bagi Direktorat Interdiksi BNN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Diantara tugas dan tanggung jawab yakni melaksanakan interdiksi di wilayah darat, laut, udara dan lintas batas serta menjamin terlaksananya kesesuaian pelaksanaan rencana, program, dan kegiatan Direktorat Interdiksi dengan rencana strategic Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut beberapa perwakilan dari instansi terkait diantaranya perwakilan Dit. IV Bareskrim Polri, TNI, BIN, Kemenkopolhukam, Ditjen Bea Cukai, Dit. Bina Kamtib Ditjen Lapas, Dit. Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, BPPOM, BAKAMLA, Bidang Penelitian BIG, Balai Karantina dan Kementerian Pertanian. Masing-masing perwakilan instansi secara aktif memberikan evaluasi dan masukan berbagai solusi untuk program dan kegiatan bersama dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana pencapaian Bidang Pemberantasan BNN dalam 2016 yang telah menangani 807 kasus Narkotika dengan mengamankan 1.238 tersangka dari sejumlah barang bukti Narkotika, semua hal itu tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama berbagai pihak. Oleh karena itu, penting bagi BNN khususnya dalam bidang pemberantasan untuk terus melakukan penguatan kerjasama dengan jajaran instansi terkait.

Salah satu langkah yang telah dilakukan pada tahun 2016 yakni dengan menginisiasi pembentukan gugus tugas interdiksi laut di ASEAN (ASEAN Sea Port Interdiction Task Force). Ke depan selain membentuk monitoring center untuk mengintegrasikan informasi yang bersifat internal dan rahasia, Direktorat Interdiksi BNN juga diusulkan untuk merangkul instansi pemerintah terkait lainnya seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pariwistan guna memaksimalkan peran kerjasama dalam pemberantasan peredaran gelap Narkotika

MEMALUKAN, Oknum TNI Menyerang dan Menganiaya Petugas BNN


Sungguh memalukan, Seorang oknum prajurit TNI AD yang diketahui bernama Sertu Muhibbat, melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap petugas BNN Tanjung Balai

Peristiwa ini terjadi di Kantor BNNK Tanjung Balai usai petugas melakukan razia narkoba di tempat hiburan malam pada Hotel Suranta, Tanjung Balai, Rabu (28/12/2016) dini hari tadi.

Informasi dihimpun, Sertu Muhibbat mendatangi kantor BNNK Tanjung Balai dan langsung memukuli seorang anggota BNNK Tanjung Balai bernama Bripka Darwan Girsang menggunakan tongkat.

Akibat peristiwa itu, kepala bagian kiri Bripka Darwan Girsang terluka dan berdarah.

Keributan baru terhenti setelah beberapa rekan Bripka Darwan menangkap Sertu Muhibbat dan memborgolnya serta memasukkan kedalam sel tahanan mereka.

“Kita pun tidak tau dia datang ke kantor dan tiba tiba langsung menyerang anggota kita,” kata Kepala BNNK Tanjung Balai,AKBP Saharuddin Bangko kepada wartawan, Rabu (28/12/2016).

AKBP Saharuddin menjelaskan, sebelum kedatangan oknum Prajurit TNI AD tersebut pihaknya memang melakukan razia narkoba di tempat hiburan malam pada Hotel Suranta.

Kuat dugaan, oknum tersebut merupakan orang yang membekingi tempat hiburan tersebut sehingga merasa terganggu dengan razia yang mereka lakukan.

“Ada kemungkinan dia sebagai beking ditempat hiburan itu, sehingga dia merasa terganggu saat kita razia narkoba,” ungkapnya.

Dalam razia tersebut pihak BNNK Tanjung Balai mengamankan 15 orang yang positif terlibat penyalahgunaan narkoba. Seluruhnya masih menjalani proses pemeriksaan di kantor BNNK Tanjung Balai.

Sedangkan Sertu Muhibbat yang diketahui bertugas pada Komcad TNI AD di Asahan langsung dijemput oleh petugas dari Sub Denpom Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

sumber

Rabu, 28 Desember 2016

Ka. BNNP MALUT, Pemberdayaan Masyarakat Itu Penting Dalam P4GN

Kombes Pol. Richard M Nainggolan, MM, MBA yang baru menjabat sebagai Kepala BNNP Malulu Utara, berbagi info kepada Le Putra (Wakil Ketua Umum Gentara) diruang kerjanya. Kamis 28/12/2016.

Sebagai mantan Kepala BNNP Sulawesi Selatan, BNNP Kalimantan Selatan dan BNNP Kalimantan Timur, tentu Kombes Pol. Richard M Nainggolan, MM, MBA mempunyai strategi dalam menerapkan P4GN khususnya di bidang Pencegahan. Hal inilah mungkin yang menjadi pertimbangan Pak Buwas untuk menempatkan Kombes Pol. Richard M Nainggolan, MM, MBA sebagai Kepala BNNP Maluku Utara yang memiliki 400 pulau lebih dan tinggat prevalansi penyalahguna narkoba terus meningkat setiap tahunnya.

"Masyarakat itu harus di beri pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya, sehingga ketika masyarakat sudah mengetahui dan benar benar mengerti narkoba, kita harus tingkatkan penguatanya untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba. Baik dari sisi kesehatan, sosial, diharapkan masyarakat dengan kesedarannya sendiri mampu menolak narkoba di lingkingannya" jelas Richard M Nainggolan.

"Disisi lain saya ingin terapkan pencecahan narkoba berbasis masyarakat, membuat beberapa percontohan kampung bersih narkoba, dengan melibatkan aktif, tokoh agama, tokoh adat, kesultanan, LSM/Ormas yang peduli Narkoba", tambahnya.

"Di bidang pemberantasan kami ingin memiskinkan para kurir dan bandar narkoba dengan menambahkan pasal Pencucian uang (UU. TTPU-red) dalam dakwaan", lanjut ka BNNP Malut yang baru.

Selanjutnya Ka BNNP Malut yang baru menyatakan akan melanjutkan program kerja Ka. BNNP sebelumnya, dalam diskusinya.


LEP

Minggu, 25 Desember 2016

BNNP MALUT Terus Tingkatkan Pertamas Dalam Aksi P4GN

Pergantian Jabatan di BNNP Maluku Utara berdasarkan Surat Telegram No : STI/50/XII/2016 yang di tandatangani oleh Sestama BNN RI. Gatot Subiyaktoro dari pejabat lama Kombes. Pol. Drs. Bambang Setiawan kepada pejabat baru Kombes Pol. Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA, berlangsung kemarin di kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur. Bersama dengan 3 Ka BNNP, yaitu BNNP Jambi , BNNP Kalsel, BNNP Maluku.

Menurut sumber terpercaya bahwa seluruh Kepala BNNP di wilayah Indonesia harus berpangkat Jendral bintang satu. Syarat untuk naik pangkat menjadi Jendral adalah harys yang sudah sekolah SESPIMTI atau sederajat. Sementara itu Kombes Pol Drs Bambang Setiawan belum sekolah Sespimti.

Itulah alasan pergantian jabatan Kombes Pol Drs Bambang Setiawan ke pada Kombes Pol Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA. Bagi Anggota Polri mutasi jabatan dan penugasan kemana saja itu merupakan bagian dari pengabdian terhadap NKRI.

Selanjutnya dijadwalkan BNNP Jambi , BNNP Kalsel, BNNP Maluku dan BNNP Malut penggantinya diperkirakan nanti pd tgl 1 Januari 2017.

INSYA'ALLAH akan melaksanakan korps raport kenaikan pangkat menjadi Brigjend di Mabes Polri. Tentunya hal ini patut kita apresiasi dan dukung bersama, semoga dengan kebijakan baru ini Indonesia bisa terbebas dari jeratan " Darurat Narkoba".

Harapan dari masyarakat Maluku Utara untuk aksi P4GN, BNNP harus dapat memberdayakan dan menggiatkan peran masyarakat di bidang pencegahan, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi yang berasal dari komponen masyarakat, hal ini mengingat masih tinggi nya angka penyalahguna narkoba di Maluku Utara. Tentu semua itu dapat terwujud apabila ada kerjasama yang baik di internal BNNP Maluku Utara.

Dengan dipimpinnya BNNP Malut oleh Jendral bintang satu, sangat diharapkan agar anggota BNNP malut lebih solid dan lebih kompak lagi dalam tugas pengabdiannya terhadap negara dan siap utk ditugaskan dimana saja demi bebasnya Indonesia khususnya Maluku Utara dari jeratan Darurat Narkoba.

Kami ucapkan selamat melaksanakan tugas di BNNP Sumut kepada Kombes Pol Drs Bambang Setiawan dan kepada Kombes Pol Drs. Richard M Nainggolan, MM. MBA kami ucapkan selamat datang di Malut dan sukses.


LEP

Rabu, 21 Desember 2016

WASPADA, China Ingin Aplikasikan Perang Candu (Narkotika) Jilid 2 Di NKRI


Dahulu China kalah dari Inggris karena Perang Candu, sebelum melaksanakan aksi Perang Candu/Narkoba di NKRI, China sudah terbukti sebagai Supplyer/Pemasok Narkoba terbesar ke Indonesia.

Fakta banyak WNA China di tangkap, ada juga WNI keturunan China. Ada WNA Singapore keturunan China dan WNA Malaysia keturunan China yang di tangkap, baik sebagai bandar maupun sebagai bagian dari jaringan Internasional Narkotika.

Pesisir Selamat Malaka dan pesisir Pantai Utara Jawa dengan segala kelemahan dijadikan sebagai jalur masuk Narkoba ke Indonesia.

Reklamasi Jakarta terdapat "17 pulau", yang "6 pulau" rata-rata luasnya "50 hektar". Artinya ada "800 hektar" dan sekarang sedang dibangun tower tower apartement yang semuanya bisa menampung '50 juta orang".

"Itu semua untuk siapa ?

Justru ini pintu masuk Jalur Narkobs kelak. Sulit diawasi, karena setiap penghuni punya fasilitas Dermaga khusus/pribadi untuk spead boat mewah.

Perusahan-perusahaan properti di pantai reklamasi sudah membuat iklan yang ditayangkan di "Beijing, Macau, Goangzhou, Singapura" dan lain-lain, di tempat orang-orang Cina,"

Apa Kita siap di Jajah China ???

Tiga negara korban Jajahan China; Tibet, Anggola dan Zimbabwe.

Selanjutnya mari awasi perusahaan tambang dari Investor China, karena bisa saja mereka manfaatkan untuk seludupkan narkotika, seperi di Sulawesi, Kalimantan, Maluku Utara dan Maluku. NKRI sudah diserang dari segala penjuru sebagai jalur masuk Narkotika.

" Innalillahi wa inna ilaihiraajiun,"

Semoga saja NKRI terbebas dari Penyusupan dan Penguasaan China Komunis.




Aamiin..




LEP

Jumat, 16 Desember 2016

BNN DAN SOGO Cetak Rekor MURI


Meningkatkan peran elemen masyarakat, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan SOGO Departement Store mengadakan penyuluhan anti-Narkoba secara estafet. Penyuluhan anti-Narkoba ini meraih rekor MURI sebagai “Penyuluhan Anti-Narkoba secara Estafet di Toko Retail Terbanyak”. Penghargaan MURI kepada SOGO Departement Store pun diberikan MURI di kantor BNN Cawang, Jakarta (14/12).

Kepala BNN Budi Waseso yang menghadiri acara penyerahan rekor MURI pun memberikan apresiasi kepada SOGO Departement Store yang telah ikut berpartisipasi dalam program Pencegahan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurut Buwas hal ini merupakan wujud nyata dari kalangan pebisnis dalam memerangi penyalahguanan dan peredaran gelap narkotika. Sebanyak 9.637 orang yang tersebar di 16 store SOGO baik di Jakarta maupun di luar Jakarta telah mendapatkan sosialisasi P4GN secara estafet.

“Sosialisasi anti-narkoba ini sesuai dengan program kami untuk berpartisipasi dalam memberikan pemahaman kepada karyawan di lingkukan SOGO tentang bahaya penyalahgunan narkoba,” ungkap CEO SOGO Indonesia, Handaka Santosa.
Sosialiasi yang berlangsung sejak tanggal 26 Oktober hingga 25 November 2016 ini diharapkan mampu menjadi imunitas dari pengaruh penyalahgunaan narkotika sehingga menciptakan lingkungan yang bersih bebas dari penyalahguanan narkotika.



Kamis, 15 Desember 2016

Cerdas dan Kreatif Jauhi Narkoba


Deputi Pencegahan BNN, Ali Johardi saat membuka kegiatan Pergelaran Seni dan Budaya Anti Penyalahgunaan Narkoba dengan tema "Cerdas dan Kreatif Jauhi Narkoba", bertempat di Universitas Trisakti Jakarta, Rabu (14/12). Para tamu undangan yang hadir pada kegiatan ini sangat antusias terlebih dengan adanya aksi teatrikal Anti Narkoba dan hadirnya artis film serta artis penyanyi seperti Cut Mini dan Sheryl Sheinafia. Selain aksi panggung, Humas BNN turut berpartisipasi pada kegiatan ini dengan membuka booth pameran Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang ditujukan kepada para tamu undangan yang hadir.





Rabu, 14 Desember 2016

LOMBA CIPTA LAGU "STOP NARKOBA" BNNP KALTENG


Bnn Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Kampanye P4GN melalui Lomba Cipta Lagu Stop Narkoba. Yg diikuti oleh 14 peserta terdiri dari Grub Band, dou, dan vokal solo Kegiatan tersebut didukung oleh Mitra terkait, tempat pelaksaan di Arium Pallma Palangkaraya Minggu, 12 Desember 2016 jam 16.00 sore - 22.00 malam.

Acara berjalan dgn lancar penontonpun ikut memeriahkan kegiatan tersebut, dan selain itu terdapat pembagian dooprize menarik. Pada kegiatan ini Bnnp kalteng juga menghadirkan duta anti narkoba untuk melakukan sosialisasi serta dewan juri terdiri dari para musisi ternama di kalimantan Tengah diantaranya yang bertindak sebagai juri adalah
Juri pertama Bobby Tarung musisi kalteng,
juri kedua Lisana, SE Kepala seksi bidang pencegahan BNNP Kalteng dan
juri ketiga Rirung Pangkan musisi kalteng, hasil penilaian dewan juri dari kegiatan lomba cipta lagu stop narkoba ini muncul beberapa juara diantaranya :

Juara 1. : 12.51 band palangkaraya
Juara 2. : Ria phaing kanisa vokal solo palangkaraya
Juara 3. : Reborn band palangkaraya

Dan juara favorit : Arie rahmadi vokal solo dari palangka raya

Penyerahan hadiah langsung d serahkan oleh kepala bnn provinsi kalimantan tengah bapak drs. Sumirat dwiyanto, M.Si





Philipīna Terus Perang Lawan Narkoba Sudah 5.927 Orang Tewas.


Perang melawan narkoba di Filipina telah menewaskan 5.927 orang, menurut statistik yang dirilis oleh polisi nasional pada hari Senin (12/12).

Presiden Rodrigo Duterte terpilih pada bulan Mei, dan telah bersumpah untuk menindak kejahatan, terutama obat-obatan terlarang.

Sejak menjabat pada awal Juni, polisi telah mengobarkan perang berdarah terhadap pengedar dan pengguna narkoba.

Angka baru yang dikeluarkan oleh Kepolisian Nasional Filipina adalah dari periode 1 Juli sampai 12 Desember.

Dari jumlah tersebut, 2.086 tewas dalam operasi polisi dan 3841 merupakan pembunuhan di luar hukum atau gaya main hakim sendiri. Lebih dari 40.000 tersangka telah ditangkap.

Kepolisian nasional juga mengumumkan bahwa sejak Juli, lebih dari lima juta rumah telah dikunjungi sebagai bagian dari kampanye anti-narkoba di mana petugas mengetuk pintu pengguna narkoba dan membius mereka.

Langkah Filipina dalam memerangi narkoba telah menerima kritikasn luas, dan dikecak aktivist ham internasional.

sumber

Dituntut Hukuman Mati, Pasutri Pengedar Narkoba Ini Umbar Kemesraan


Mirawaty alias Achin dan Hendi, sepasang suami istri (pasutri) terdakwa kasus peredaran narkotika jenis sabusabu dan pil ekstasi, terlihat mesra saat menjalani sidang tuntutan di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Selasa (13/12/2016).

Pasutri ini tetap mengumbar kemesraanya dengan berpegangan tangan duduk di kursi pesakitan, menjelang jaksa penuntut umum (JPU) usai membeber hukuman keduanya.

Hingga akhirnya, JPU Joice V Sinaga meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan Achin dan Hendi dengan pidana mati.

Usai dijatuhi hukuman mati, Achin dan Hendi diborgol dan digiring menuju ruang tahanan sementara PN Medan.

Di depan ruang tahanan, setelah pengawal tahanan melepas borgol, Achin dan Hendi berpelukan melepas kerinduannya sebelum dipisahkan. Achin dimasukkan ke sel tahanan wanita, sementara Hendi berada di sel tahanan laki-laki.

Pada persidangan yang sama, JPU juga menuntut mati Togiman alias Toge narapidana yang mengatur peredaran narkotika dari Lapas Lubukpakam. Sementara, anak buah Toge lainnya, Agus Salim alias Alim hanya dituntut 10 tahun penjara.

Jaringan pengedar narkotika ini terbongkar setelah petugas BNN mendapatkan informasi mengenai pengiriman sabusabu, 1 April lalu.

Achin yang berperan sebagai pengedar sabusabu saat itu tengah bertransaksi dengan mengendarai Ford Fiesta BK 1281 IH di salah satu pusat perbelanjaan Jalan Gatot Subroto, Medan.

Saat hendak menyerahkan barang haram tersebut, petugas BNN berusaha menyergapnya namun Achin berhasil kabur dan menabrak sejumlah pengunjung.

Begitu juga ketika petugas BNN melepaskan tembakan peringatan, namun tak dihiraukan Achin.

Akhirnya pelarian Achin berakhir saat itu juga. Achin berhasil diciduk di depan Balai Latihan Kerja, Jalan Medan-Binjai Km 7,8, Medan.

Tatkala diinterogasi, Achin mengaku masih memiliki barang haram yang disimpan di rumahnya di City Residence A18, Jalan Sempurna, Medan Sunggal. Saat digeledah, petugas menemukan sabusabu seberat 21,425 Kg dan 44.849 butir pil ekstasi.

Penangkapan ini dikembangkan. Tersangka lain pun diringkus. Ternyata juga menyeret suami Achin yakni Hendi. Petugas mengamankan Hendi di kamar Hotel Best Western, Makassar

Minggu, 11 Desember 2016

POLRESTA Pekanbaru Amankan 1/2 Kg Sabu

Jajaran Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap Pengedar Narkoba amankan baran bukti Narkoba dan telah dilakukan Penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka Pengedar Narkoba bertempat di Jl.Kereta Api-Jl.Rambutan No.14 Rt.01 Rw.10 Kelurahan Tangkerang Tengah Kec.Marpoyan Damai Pekanbaru oleh Anggota Polres Jakarta Barat yang dipimpin oleh Kanit I Narkoba Polres Jakarta Barat AKP MASYUR USAIRI beserta 3 orang Anggota. (Minggu 11/12/2016).

Adapun kronologis penangkapan, pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2016 sekira pukul. 10.00 Wib Tim Res Narkoba Polres Jakarta Barat melakukan penangkapan terhadap 1 orang tersangka an. Brigadir RH alias Main (36 Tahun) di kediamannya di Jl. Kereta Api - Jl. Rambutan No.14 Tangkerang Tengah, kemudian kembali dilakukan pengembangan dan kembali dilakukan penangkapan terhadap TH  (35 Tahun), yang mana pada saat itu TH juga berada di salah satu kamar yang terletak dirumah tersebut dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti Narkoba.

Barang bukti yang ditemukan adalah  1/2 Kg diduga Sabu, 60 Butir diduga Inex Merk Bintang dan 29 Lempeng diduga H5.

Dari informasi yang kami peroleh, penangkapan tersebut adalah merupakan pengembangan dari penangkapan Pengedar Narkoba di Wilayah Hukum Jakarta Barat.

Saat ini masih pengembangan dan masih dilakukan introgasi di TKP. Tim tersebut di dampingi juga oleh Paminal Polda Riau AKP KARLOS.

DAOD


SPIDOL Digunakan Sebagai Modus Seludupkan Narkoba


BNN dan Bea Cukai Bandara Halim Perdana Kesuma  ungkap kasus Peredaran Gelap Narkotika Golongan I jenis Kokain seberat kurang lebih 257 gram di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (19/12). 

Ungkap kasus Narkotika ini berkat kerjasama antara Tim Bea dan Cukai Bandara Halim Perdana Kusuma, BNN, TNI AU dan Polres Jakarta Timur, yang penyidikan selanjutnya diserahkan kepada BNN. dari dua tersangka yang ditangkap bernama Viki dan Eko, mereka memegang barang bukti Kokain yang berasal dari Nicaragua dengan berat kurang lebih 257 gram, 

Modus yang digunakan yaitu menggunakan paket yang dimasukan ke dalam spidol dan kedua tersangka tersebut diamankan di dua tempat yang berbeda yaitu di Surabaya dan Denpasar, yang mana tersangka yang bernama Viki, merupakan napi Lapas Grobokan, Bali.


LEP

Jumat, 09 Desember 2016

BNN, Perkuat Kerjasama Indonesia – Thailand Tandatangani Nota Kesepahaman



Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia perkuat kerjasama dengan Office on Narcotics Control Bureau (ONCB) atau Badan Pengawas Narkotika Kerajaan Thailand dengan malakukan penandatanganan nota kesepahaman, Kamis (8/12). Kepala BNN Drs. Budi Waseso bersama dengan Sirinya Sitdhichai selaku Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Narkotika Kerajaan Thailand secara langsung melakukan beberapa kesepakatan yang tertuang dalam nota kespahaman di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur.

Penandatanganan nota kesepahaman di antara kedua negara dilakukan guna mempererat dan mempermudah kerjasama antara Indonesia dengan Thailand dalam bidang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Selain itu, pembangunan alternatif dalam alih fungsi lahan ganja yang ada di Indonesia dengan mencontoh negara Thailand juga menjadi salah satu isue penting dalam kerjasama ini.

Sebagaimana telah banyak diberitakan bahwa negara Thailand telah sukses dalam alih fungsi lahan opium menjadi agrowisata dan agrobisnis melalui salah satu program pemerintahnya yakni Doi Tung Project. Kesuksesan tersebut telah menginspirasi BNN untuk dapat menerapkan hal serupa di tanah air. Berdasarkan rapat kabinet khusus masalah Narkotika pada bulan Februari lalu, Sidang Komisi Narkotika Dunia (CND) di Vienna pada bulan Maret, Sidang Umum PBB khusus Masalah Narkotika di USA bulan April, Pidato Presiden pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pada bulan Juni, Sidang ASOD & ASEAN Workplan, kunjungan Kepala BNN dan para Deputi ke Doi Tung Thailand dan berbagai kegiatan hingga ke tingkat Pemda Aceh telah dipersiapkan untuk merancang grand design alternatif di Indonesia sebagai mana Doi Tung Project milik pemerintah Thailand.

Di samping kerjasama dalam program pembangunan alternatif tersebut dengan tetap menjunjung tinggi hukum internasional dan kedaulatan masing-masing negara, BNN dan Badan Pengawas Narkotika Kerajaan Thailand bekerjasama dalam berbagai ruang lingkup diantaranya pengurangan penyediaan dan permintaan Narkoba dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan, pertukaran informasi dan pengalaman yang berkaitan dengan penegakan hukum dalam bidang pemberantasan maupun dalam bidang lain seperti teknologi, pendidikan, pencegahan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat.

Selain hal-hal tersebut di atas BNN dan Badan Pengawas Narkotika Kerajaan Thailand juga telah sepakat untuk bekerjasama dalam meningkatkan kapasitas dengan malakukan pelatihan sumber daya manusia kedua negara guna menghadapi ancaman global dari peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika. Bagi Indonesia nota kesepahaman ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan Narkoba. Dengan demikian adanya sinergitas kedua negara diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang terbebas dari peredaran serta penyalahgunaan Narkotika

Selundupkan Sabu 28 Kilo di Lukisan Bunda Maria ke Batam


Keberasilan Sat. Resnarkoba Polresta Barelang yang dipimpin Kasat Resnarkoba Kompol Suhardi Hery berhasil menggagalkan narkotika jenis Sabu 28 kilogram lebih senilai Rp 27 Miliar dari Tiongkok pada Rabu 30 November 2016 sekitar pukul 10.30 WIB di Bandara Hang Nadim.

Mulanya petugas Bea dan Cukai Hang Nadim mencurigai dua buah kiriman berupa lukisan gambar Bunda Maria yang dikirim melalui Kargo Bandara. Setelah dicek ditemukan 31 kotak kecil berisi Sabu yang dibalut dengan aluminium foil.


” Barang lukisan Bunda Maria ini dikirim melalui kargo. Tapi petugas BC curiga karena berat. Setelah dicek pakai laser ternyata ada narkoba jenis sabu,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Jumat (9/12/2016).

Kata Sam, Sabu pada lukisan Bunda Maria Berdoa sebanyak 31 kotak. Sedangkan pada lukisan Bunda Maria menggendong bayi ditemukan 33 kotak berisi Sabu.

” Polisi dan petugas BC langsung amankan satu karyawan ekspedisi pengiriman dan menghubungi YF pemilik ekspedisi. Lewat Control Delivery YF diamankan dan disuru menghubungi anaknya TS,”kata Sam.

Lanjutnya, setelah tiba di Jakarta YF menghubungi TS anaknya ke Bandara Soekarno Hatta. Dan barang dihantarkan TS ke ekspedisi PT Weisheng Jaya Indonesia Jakarta.

Setelah itu pihak PT menghubungi penerima barang atas nama tersangka Raden Novi (31) untuk mengambil barang kiriman tersebut. Saat itu Raden pun ditangkap anggota Sat Resnarkoba Polresta Barelang.

” Tak lama Jackie alias Mike Lin dari Tiongkok hubungi Raden tanya apakah barang sudah sampai atau belum. Dan Raden katakan sudah sampai. Sehingga Jackie sampaikan nanti ada orangnya Tony Lee yang ambil barang tersebut,”kata Sam.

Sam mengatakan, keesokan harinya tanggal 3 Desember, Tony Lee berangkat dari Tiongkok ke Jakarta. Sampai di Jakarta tersangka Tony Lee menghubungi Raden untuk bertemu di Bandara.

” Raden dibawa ke bandara dikawal anggota. Sampai di disana ternyata Tony Lee karena punya kunci kontrakan di Cibodas Jakarta Barat, sehingga langsung ke rumah. Tapi anggota sudah menunggu dan langsung menangkapnya,”kata Sam.

Katanya, setelah diamankan dua buah lukisan Bunda Maria tersebut, didapati satu lukisan Bunda Maria menggendong bayi yang telah kosong. Diduga barang haram itu telah diedarkan.

” Penggunaan narkoba tida ada momentum tapi ini modus seolah-olah cinderamata untuk rayakan natal. BC sangat jelih melihat lukisan tida wajar itu,”kata Sam.

Menurut Sam, jaringan narkotika ini masih berkaitan dengan jaringan dalam Lapas Cipinang.

” Jackie masih DPO. Ini masih dikendalikan dari dalam Lapas Cipinang. Dan penangkapan ini merupakan bentuk keseriusan kepolisian, BC, BNN dan semua pihak memerangi narkoba,” ungkap Sam.


Test Urine Untuk Mendukung Serta Mensukseskan Program P4GN


Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cianjur melakukan kegiatan test urine kepada 45 orang Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur pada hari Rabu (7/12/16) guna menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Cianjur, dengan menggunakan anggaran Hibah Perubahan Kabupaten Cianjur. "Dalam rangka mendukung serta mensukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kabupaten Cianjur, Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur mendukung sepenuhnya kegiatan test urine ini"ungkap Sekretaris DPRD Kabupaten Cianjur, Bpk. Drs. Cahyo Supriyo. 

"Kegiatan test urine yang dilakukan di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah bersama dengan BNN Kabupaten Cianjur untuk mewujudkan lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur bersih penyalahgunaan narkoba" ungkap Kepala BNNK Cianjur, Bapak Hendrik, S.Sos



LEP

Kamis, 08 Desember 2016

Pemusnahkan Barang Bukti,Negara Menyelamatkan Lebih 3 Juta Jiwa Warga Indonesia


Humas DPP Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Tri Pramono, mewakili Ketua Umum, menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba atas undangan BNN RI bersama beberapa ormas dibawah binaan BNN yang berlokasi di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).




Dalam sambutan Presiden Republik Indonesia menatakan “Kalau kita melihat barang bukti yg dimusnahkan pada hari ini, ini jumlah yg sangat besar sekali dan kalau kita lihat, 15.000 generasi muda kita mati setiap Tahun karena Narkoba. Berapa pengedar dan bandar yg mati tiap Tahunnya. Untuk Kepala BNN tolong ini diberi garis bawah. Kita harus menyatakan PERANG BESAR TERHADAP NARKOBA,” Kata Ir. H. Joko Widodo. Selasa (6/12).


Baran Bukti Narkoba yan dimusnakan diantaranya Sabu sebanyak 445 Kg, Ganja seberat 422 Kg, Ekstasi sebanyak 190.840 Butir dan 323 ribu butir happy five, Hadir pada acara ini diantaranya Kepala BNN RI, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Menko Polhukam, Wiranto, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, Kepala BPOM, Plt Gubernur DKI, serta perwakilan dari Kejaksaan Agung. Budi Waseso saat memasukkan Barang Bukti Narkotika yang akan dimusnahkan ke dalam mesin incenerator.

Dalam kasus pemusnaan baran bukti ini melibatkan “Tersangka sebanyak 196 tersangka dan aset sitaan senilai Rp. 261.863.413.000,” kata Buwas, panggilan akrab Budi Waseso.

“Barang bukti tersebut diperoleh dari beberapa kasus yang ditangani oleh BNN, Polri, beserta Bea Cukai dengan jumlah tersangka 29 orang,” lanjut Buwas.

Ditambahkan oleh Kepala BNN itu, barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti kasus narkoba dalam tempo 2 bulan terakhir yang berhasil disita, dan telah mendapatkan penetapan penyitaan dari Kejaksaan untuk dimusnahkan.

“Dengan memusnahkan barang bukti ini maka negara telah menyelamatkan kurang lebih 3 juta jiwa warga negara Indonesia,” kata Buwas.











Narkoba Masuk Kategori Mufattirat (Pembuat Lemah) Atau Mukhaddirat (Pembuat Mati Rasa)

Kapolres Halmahera Selatan AKBP. Z. Agus Binarto, SH masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan untuk peduli terhadap bahaya narkoba, Kinerja Polisi harus didukung penuh dalam hal pemberantasan narkoba.

“Dalam satu riwayat Rasulullah SAW mengatakan bahwa jihad melawan kemungkaran, itu pertama dengan tangan mu/kekuatan mu secara nyata, kedua dengan lisan mu memberi nasehat, lalu dengan hati mu berdoa adalah selemah lemahnya iman,” Jelas Kapolres Halmahera Selatan

”Dalam hal pencegahan narkoba saya ambil istilah para ulama, narkoba ini masuk dalam kategori pembahasan mufattirat (pembuat lemah) atau mukhaddirat (pembuat mati rasa), bahkan menurut Hadist dari Ummu Salamah: 

عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ صلى الله عليه وسلم نَهَى رَسُولُ اللَّهِ 

“Rasulullah SAW melarang daripada tiap-tiap barang yang memabukkan dan melemahkan akal dan badan,” Ucap AKBP. Z. Agus Binarto, SH.

Banyak nasihat yang diberikan AKBP. Z. Agus Binarto, SH dalam pertemuan dengan Le Putra Wakil Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) diruang kerjanya. Kami pun sepakat bahwa Narkoba menghancurkan potensi sosial ekonomi, karena peminum (pengkonsumsi) produktifitasnya akan menurun. Rabu (7 Desember 2016)

Di Kabupaten Halmahera Selatan, minuman keras tradisional jenis Sopi (Cap Tikus), sering menjadi pemicu kamtibmas, kami sudah memberi penyuluhan dan menimbau masyarakat untuk mengginalkan kebiasaan buruk itu, karena minuman keras tradisional jenis Sopi termasuk kataori narkoba (bahan adiktif)

“Peminum (pengkonsumsi) narkoba dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat, kerena para peminum narkoba sering melakukan perbuatan kriminalitas yang meresahkan dan menggelisahkan masyarakat serta sering terjadi kecelakaan lalu lintas karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk/sakau. Allah berfirman: “…Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Qashash: 77) “ Pungkas AKBP. Z. Agus Binarto, SH.

Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi bangsa ? :

1. Mengetahui dan meyakini bahwa Narkoba sebagai bagian dari khamar dilarang dalam Islam.
    Pelakunya akan menerima adzab di dunia (berupa dampak negatifnya), dan di akhirat kelak. 
2. Mengetahui dan menyadari bahwa khamar lebih banyak dampak negatifnya dari pada positifnya;
    baik dari segi kesehatan maupun dampak sosialnya. 
3  Memperkuat ketaqwaan individu sejak dini.Jika ini dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi
    benteng diri dari godaan syetan, termasuk mengkonsumsi narkoba. 
4. Berteman dengan orang baik (shaleh).Pilihlah teman akrab yang shaleh sehingga kita ikut menjadi
    orang yang shaleh. Banyak orang terjerumus pada Narkoba karena pengaruh teman. 
5. Mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti aktif beroganisasi, studi kelompok, olah raga.

Rabu, 07 Desember 2016

BNN Kembali Musnahkan Ladang Ganja di Aceh, Riset Tanaman Alternatif Mutlak Dilakukan


Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan ladang ganja di areal perbukitan daerah Desa Meurah, Lamteuba, kec Seulimeum, Aceh Besar.

Operasi pemusnahan ladang ganja yang dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan masyarakat melalui penanaman pengganti ganja perlu dioptimalkan dengan riset khusus tentang jenis tanaman alternatif yang cocok dengan sesuai kondisi tanah bekas ladang ganja tersebut.

Terkait hal ini, Deputi Pemberantasan BNN dalam hal ini diwakili oleh Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika BNN, Anggoro Sukartono mengatakan pentingnya melibatkan akademisi atau peneliti untuk mengkaji kandungan tanah yang ada sehingga nantinya bisa ditanami tanaman yang sesuai dan bisa memberikan hasil signifikan.

"jika mereka menanam tanpa didahului hasil riset sebelumnya lalu tanamannya pada akhirnya mati dan tidak produktif maka dikhawatirkan mereka nanam ganja lagi", imbuh Anggoro.

Oleh karena itulah usai melakukan pemusnahan ladang ganja ini, tim BNN mengambil sample tanah di ladang ganja ini untuk dibawa ke Jakarta dan dilakukan penelitian di laboratorium.

Pengungkapan ladang ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor. Pada awalnya LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) memberikan data koordinat ladang ganja yang dicurigai terdapat ladang ganja di perbukitan Lamteuba melalui citra satelit. Selanjutnya dilakukan upaya penyelidikan yang mendalam oleh tim BNN dan jajaran Polda Aceh untuk memastikan ladang tersebut adalah ladang ganja.

Anggoro juga menyebutkan bahwa upaya gencar dan masif telah dilakukan BNN dalam upaya pemberantasan ladang ganja.

"Di Ladang kali ini tinggi tumbuhannya bervariasi dan bukan jenis hibrida. Dan itu perlu segera dimusnahkan sebelum dilakukan panen", imbuh Anggoro usai memusnahkan ladang ganja Lamteuba, Selasa (6/12).

Medan yang harus ditempuh para petugas untuk mencapai lokasi ladang ganja ini cukup menantang dan ganja ditanam di kemiringan yang cukup curam. Posisi ladang ganja berada di ketinggian 449 MDPL di titik koordinat 05 derajat 29 menit 10,6 detik. Adapun luas ladang tersebut 1,261 hektar dengan ketinggian tanaman bervariasi dari 30-150 cm.

Tim operasi gabungan ini terdiri dari jajaran BNN RI, TNI, Propam Polri, Direktorat Narkoba Polda Aceh, Brimob Polda Aceh dan Polres Aceh Besar.

BNN kembali menghimbau agar masyarakat turut berperan serta dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba dengan cara memberikan laporan tentang dugaan tindakan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kepada warga sekita ladang, BNN juga menghimbau agar warga tidak menanam ganja karena hal tersebut melanggar undang-undang dan bisa dikenakan sanksi hukum yang tegas

Senin, 05 Desember 2016

Ka. Kesbangpol Halsel Dukung Aksi P4GN


Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Hakmahera Selatan M. Ali Sabtu menerima kinjungan Wakil Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Le Putra di ruang kerjanya. Senin (6/12/2016).

Dalam kesempatan ini Le Putra menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan nya untuk dapat menjalin kerjasama yang baik antara ormas Gentara dengan Kesbangpol Kab. Halmahera Selatan, mengingat kabupaten ini belum memiliki BNNK.

M. Ali Sabtu juga ingin membentuk  kader penyuluh dilingkungan kerjanya agar mampu tampil menyampaikan pesan pesan Bahaya penyalahguna narkoba di Halmahera Selatan.

"Kami Kesbangpol sulit bergerak karena keterbatasan anggaran", kata M. Ali Sabtu.

"Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara), siap tampil sebagai salah satu pemateri agar pegawai Kesbangpol mampu tampil sebagai penyuluh", tawar Le Putra.

Hal ini mendapat sambutan baik dari Kaban Kesbangpol Kabupaten Hamahera Selatan dan akan mencari waktu yang tepat untuk mewujudkan kerjasama ini.

LEP