Kepala BNNK Halmahera Utara Diambil Sumpah


Kepala BNN Provinsi Maluku Utara, Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono M.M. melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan Kepala BNN Kabupaten Halmahera Utara, Maximilian Sahese, S.STP bertempat di kantor BNNP Malut pada Kamis, (27/06).

Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, kepala BNNP Malut menyampaikan sambutan dan arahan terkait tugas dan tanggung jawab yang diemban. "Dalam pelaksanan tugas berjalan saya harapkan kedepan pelaksanaan tugas melalu suatu proses perencanaan dan administrasi yang teratur agar tujuan organisasi dapat berjalan baik dan optimal, dan saya mengharapkan dalam pelaksanaan tugas semuanya terintegrasi antar fungsi harus berjalan dengan baik dan komprehensif," kata Kepala.

Dikatakan ,"Mengingat wilayah Maluku Utara dengan jumlah Penyalah guna 13.181 orang upaya pemberantasan Narkoba harus memotong suplai dan demand. "Terhadap suplai kita menerapkan ancaman hukuman sementara dari sisi demand  kita harus menyamakan persepsi terhadap selain langkah pencegahan melalui sosialisasi juga penyalah guna Narkoba kita posisikan dan merubah mindset mereka sebagai korban yang wajib ditolong dengan cara lapor diri di BNNP Malut sehingga memiliki daya tahan dan daya tangkal,".




Kepala BNNP Malut juga mengingatkan kondisi geografis dengan perhubungan laut patut diwaspadai, sehingga khusus penindakan hukum,  BNNK harus bersinergi dengan BNNP Malut maupun Polres Kab. Halmahera Utara.

Pejabat baru kepala BNNK Halmahera Utara  ini sebelumnya adalah penyuluh ahli Madya Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, sementara pejabat lama telah memasuki masa purna tugas (pensiun). Upacara pelantikan diikuti oleh pejabat dilingkungan BNNP Malut maupun BNN Kabupaten Halmahera Utara.

LEP

Rabu, 26 Juni 2019

Gubernur Malut Ingatkan Milenial Hadapi Tantangan 4.0



Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati BNN Provinsi Maluku Utara  pada tanggal 26 Juni 2019 bertempat di Ball Room Grand Daffam Bela Hotel Ternate.

Dihadiri Gubernur Maluku Utara, Kh. Gani Kasuba, Lc yang membacakan sambutan wakil Presiden RI, Yusuf Kalla. Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan kepada lebih dari 500 (lima ratus) undangan tentang Indonesia memiliki cita cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat ke lima pada tahun 2045 atau era 4.0. ,"Untuk mewujudkan tantangan tersebut diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh yang merupakan pergerakan pembangunan di suatu bangsa. Dengan demikian generasi muda harus dijaga agar tidak terjerumus penyalgunaan dan peredaran gelap Narkotika, hal ini dilakukan dalam rangka persiapan kader generasi muda dalam tantangan pembangunan serta bertanggungjawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara,".

Sementara Kepala BNNP Malut dalam sambutannya mengatakan peringatan HANI memiliki makna sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba sehingga dibutuhkan sebuah gerakan yang massif untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia termasuk di Maluku Utara.

Dikatakan, kondisi geografis Maluku Utara terbuka bagi wilayah lain menjadi peluang sindikat Narkoba untuk dijadikan pangsa pasar peredaran gelap Narkoba, dan menjadi keprihatinan kita bersama. Generasi milineal menjadi sasaran dan target peredaran gelap narkoba dengan modus operandi memanfaatkan kemajuan arus informasi dan teknologi yang sangat cepat termasuk medsos Untuk itu Kepala mengingatkan agar seluruh elemen bangsa terlibat melawan dan memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Puncak peringatan HANI 2019 yang dihadiri Forkopimda (Kapolda Danrem, Danlanal, Binda dll) Instansi Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota, instansi Swasta, BUMN, Akademisi Kampus, Tokoh Masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, generasi milenial anak sekolah  SMP dan SMA serta mahasiswa, duta bahasa dan Jujaro Ngungare 2019 yang membacakan Deklarasi Generasi Milenial Tolak Narkoba.

Kegiatan yang juga diliput puluhan kontributor media lokal Maluku Utara ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada penggiat Narkoba dari Masyarakat, Pemerintah, praktisi dan wartawan media, penyerahan Nota Kesepahaman kepada Kanwil Kemenkumham, Divisi Keimigrasian dan Poltekkes Ternate serta pengukuhan Relawan Anti Narkoba. Sejumlah atraksi juga ditampilkan seperti aksi taekwondo anak anak, tarian dan puisi serta lagu turut menyemarakkan Puncak HANI 2019.








LEP

380 Kg Ganja Diamankan Dari Tangan 3 Tersangka


Kepolisian dari Polres Gayo Lues (Galus) berhasil mengamankan sebuah dam truk bermuatan ganja kering siap edar sebanyak 340 kilogram (kg). Bersama barang bukti, polisi juga mengamankan tiga tersangka yang tercatat sebagai warga Aceh Tenggara (Agara).

Penangkapan tersebut terjadi Sabtu (22/6) malam di perbatasan Kabupaten Gayo Lues Galus-Agara, di rumah Bundar Kecamatan Putri Betung, saat truk tersebut berencana keluar dari Galus menuju Agara. Saat ini, seluruh barang bukti dan para tersangka telah diamankan di Mapolres Galus untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman, melalui Kasat Narkoba Iptu Syamsuir, kepada Serambi, Minggu (23/6), membenarkan adanya penangkapan itu. Truk dengan nomor polisi BK 8241 SJ itu ditangkap bersama tiga tersangka saat akan menyelundupkan ganja dari Galus ke Agara. Ganjadikemas dalam 13 karung goni sebanyak 180 bal.

“Mobil dum truk itu merupakan milik tersangka berinisial SL (33) yang tercatat sebagai warga Perapat, Kutacane. Sedangkan dua tersangka lain berperan sebagai sopir dan kernet, masing-masing berinisial ER (34) warga Suka Makmur dan EL (34) warga Lawe Penangalan,” sebut Kasat Narkoba Iptu Syamsuir.

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Karena itu, Polres Galus berencana akan menggelar konfrensi pers pada Senin (24/6) hari ini.

Meski demikian, Kasat Narkoba Iptu Syamsuir, sempat menjelaskan bahwa informasi akan ada pengangkutan ganja didapat dari laporan masyarakat. Atas dasar itu, pihak kepolisian lantas melakukan pengintaian dan pengejaran. Untuk memastikan informasi tersebut, polisi bahkan melakukan undercover buy atau pembelian terselubung.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, personel Satresnakoba melakukan undercover buy, pengintaian dan pengejaran saat melintas di perbatasan Rumah Bundar Putri Betung,” ungkap Iptu Syamsuir.

Berdasarkan keterangan Kasat Narkoba Polres Gayo Lues, Iptu Syamsuir, diketahui bahwa ganja sebanyak 340 kilogram yang diangkut menggunakan dam truk itu berasal dari Desa Agusen, Blangkejeren, dengan tujuan pengangkutan ke Medan, Sumatera Utara.

Agusen yang terletak di kaki Gunung Leuser memang dikenal sebagai desa penghasil ganja dan disebut-sebut memiliki ganja dengan kwalitas terbaik di dunia. Nama Agusen sempat heboh di 2014, saat Badan Narkotika Nasional menghanguskan 30 hektare ladang ganja di kawasan tersebut.

Meski tidak diketahui siapa pemilik tanaman terlarang itu, namun dipastikan posisi kebunnya masuk wilayah Agusen. Warga setempat bahkan mengantungkan hidupnya dari bertani ganja.

Namun kini, desa tersebut mulai beralih menjadi desa wisata, yang resmi ditetapkan pada April 2016 lalu. Citra negatif yang melekat untuk desa ini, secara perlahan berubah menjadi baik. Akses jalan ke desa juga menjadi cukup mudah.

Walah telah menjadi desa wisata, harus diakui, budidaya ganja di Agusen tidak serta merta punah. Masih ada sebagian kecil warga yang menanam ganja meski tidak lagi seluas sebelumnya. Apalagi polisi juga gencar melakukan razia dan operasi ganja di kawasan ini. Awal Januari lalu, Polres galus menangkap seorang petani di Agusen, karena menyimpan dan memiliki ganja kering seberat 2 kilogram yang dikemas dalam platik.

Senin, 24 Juni 2019

BNNP Malut dorong Milenial Jadi Relawan


Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M. dorong milenial jadi  Relawan Anti Narkoba. Hal ini disampaikan kepada 200 (dua ratus) generasi milenial Maluku Utara di acara Talkshow Kepada Pelajar/ Mahasiswa Se-Provinsi Maluku Utara bertempat di aula RRI Station Ternate. Senin, 24 Juni 2019.

Acara Ini menghadirkan dua Narasumber yakni Kepala  BNNP Malut dan  Putri Berprestasi Maluku Utara,  Fitrah Ningsih S.A., S.S. yang diawali penyampaian Kepala BNNP Malut. Dalam paparannya Brigjen Edi  mengingatkan jumlah pelajar dan mahasiswa yang menyalahgunakan Narkoba di Indonesia cukup signifikan, hal ini dipicu antara lain faktor demografi, ekonomi, faktor geografis dan modus operandi  misalnya melalui media sosial yang banyak digandrungi milenial.


Ditambahkan, "Narkoba adalah bentuk proxi war yaitu perang tanpa menggunakan fisik namun melalui media yang suatu saat akan menghancurkan generasi,". Dia mengingatkan di Maluku Utara kita harus waspada, kapanpun, dan dalan situasi apapun, jika lengah maka kita akan terperangkap dalam pengedar dan penyalahgunaan Narkoba.

Untuk itu Kepala BNNP mengharapkan program P4GN dapat terbantu salah satunya melalui talk show ini dia berharap peserta menjadi relawan/ penyuluh anti narkoba,  minimal miliki daya tangkal dan cegah terhadap diri sendiri selanjutnya tetangga, keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

Sementara Putri Berprestasi Malut, Fitrah Ningsih mengajak peserta merenungkan kenapa Hari Anti Narkotika Internasional diperingati setiap tanggal 26 Juni, hal ini adalah bentuk keprihatinan terhadap  kasus Narkoba di seluruh dunia dan setiap detik ada yang menjadi korban dan dalam sehari bisa 50 jiwa yang tak tertolong.Fitrah mengajak ke-dua ratus milenial ini untuk satukan pemikiran  mewakili anak Indonesia dari Malut Selamatkan Indonesia dari Narkoba.

Talkshow bertemakan "Generasi Milenial Tanpa Narkoba Menuju Indonesia emas"  dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juli nanti yang dipandu oleh penyiar RRI, dan diikuti perwakilan pelajar SMA dan Mahasiswa se-Maluku Utara. Selain tanya jawab, juga ada pemutaran video dan yel-yel tolak Narkoba.




LEP

Minggu, 23 Juni 2019

BNNP Malut Ajak Milenial Berantas Narkoba di CFD



Sambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 BNN Provinsi Maluku Utara ajak generasi Milenial Maluku Utara dan masyarakat Berantas Narkoba pada kegiatan Gowes dan Senam Bersama di Car Free Day yang dipusatkan di Lapangan Salero Kel. Soa Sio Kota Ternate pada Minggu 23 Juni 2019.

Sejumlah 200 peserta gowes yakni Kepala BNNP Malut, Wakapolda, Kepala Basarnas, Danrem bersama sejumlah perwakilan dari Perbankan, klub sepeda dan masyarakat  gowes bersama sepanjang  jalan kota Ternate dengan start dan finish  di lapangan Salero Ternate dilanjutkan senam bersama yang dipandu instruktur.

Ajang Car free day  menjadi lebih meriah ketika MC mengumumkan  undian door prize kepada masyarakat. Tak tanggung hadiah voucher umrah, Inap gratis di hotel, alat elektronik dan ratusan hadiah hiburan menambah semangat semangat peserta CFD.

Kepala BNNP  Malut saat diwawancarai menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki daya cegah dan tangkal untuk perangi Narkoba, selain itu memotivasi elemen masyarakat untuk lebih berani menolak Narkoba. dan yang penting adanya kesadaran masyarakat jika pernah  terlibat  menggunakan Narkoba. ,"Kita  jamin jika lapor ke BNN akan kita proteksi  untuk  pulihkan melalui Rehabilitasi karena ini strategi BNN dalam rangka memutus suplai dan demand jika demand kecil maka suplai semakin kecil,".

Lebih lanjut dikatakan perwira Akpol angkatan 90 ini, "Sesuai tema Hani tahun 2019 yg menyasar generasi milenial yang merupakan calon pemimpin bangsa sementara target bandar  Narkoba juga menyasar generasi milenial, karena dengan menguasai generasi muda maka kedepan, para milenial ini menjadi  startegi untuk penguatan cegah dan lawan Narkoba,".

Selain masyarakat dan anggota Forkopimda juga ikut serta generasi milenial berprestasi yakni Jujaro Ngungare 2019, Duta Bahasa 2019, dan Atlet Taekwondo Berprestasi Provinsi Maluku Utara yang juga membubuhkan tanda tangan deklarasi perang terhadap Narkoba.


LEP

Kamis, 20 Juni 2019

Ketahanan Kebangsaan.Dapat Dirusak Oleh Narkoba dan Anarkisme


Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Administrasi Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan "Peningkatan Pemahaman Pembauran Kebangsaan" yang di buka oleh Sekretaris Kota Kota Administrasi Jakarta Timur Drs. H. Usmayadi, M.S, yang di hadiri oleh Jhoni Sebayang (Kemendepdagri) Kepala Suku Badan Kesbangpol Hamid Mas'ud, Kepala BNNK Jakarta Timur AKBP M. Nasrun, SH, Roberto Manurung Kasubdit (Idewasbang Kesbangpol) dan ketua FPK Thelnie Daniel Onibala di Gedung A Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019).


Dalam sambutannya Kepala Suku Badan Kesbangpol Hamid Mas'ud menyampaikan terima kasih kepada semua pihak hingga terlaksananya kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 angkatan, setiap bulan akan di laksanakan dan ini adalah angkatan ke 1




Ketua FPK Jakarta Timur yang hadir sebagai Narasumber memberikan pemahaman tentang arti Pembauran Kebangsaan di depan 100 orang audien mewakili etnis yang berada di Jakarta Timur  dan materi ketahanan kebangsaan, agar Jakarta Timur aman.

Keberadaan FPK berdasarkan Permendagri No. 34 Tahun 2006 dan Keberadaan FPK di Jakarta berdasarkan Pergub DKI No. 5 Tahun 2013.
Secara politis pengertian Pembauran Kebangsaan artinya penyatuan berbagai suku bangsa, budaya, agama dan sosial dalam suatu wilayah tang beridentitas nasional.

FPK Wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, menantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

Dalam marerinya Ketua FPK menyampaikan tentang Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan, dimana proses pelaksanaan yang integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku dan etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni, budaya dan perekonomian", kata Thelnie Daniel Onibal

"Tujuan pokok FPK adalah, menjaring aspirasi masyarakat dibidang pembauran, menyelenggarakan forum dialog dengan pemuka adat, tokoh masyarakat, tokoh suku/etnis/ras, tokoh mahasiswa dan ras. Merumuskan dan merekomendasikan internal dan eksternal terhadap persoalan yang berkembang ditengah masyarakat, khususnya masyarakat Kota Administrasi Jakarta Timur", tutup Thelnie Daniel Onibal

Jhony Sebayang dalam materinya menyampaikan pentingnya menjaga hubungan antar masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang multi etnis agar tidak terjadi gesekan yang menyebabkan terjadinya aksi tawuran dan anarkisme.




Kepala BNNK Jakarta Timur menjelaskan beberapa katagori narkotika, seperti "narkotika yang tidak di rekomendasikan untuk kesehatan atau narkotika yang di rekomendasikan untuk kesehatan dan narkotika yang di rekomendasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Narkotika yang di larang adalah penyalahgunaan karena dapat merusak kesehatan organ tubuh dan sel sel otak manusia", jelas AKBP M. Nasrun

"Korban penyalahgunaan narkotika tidak dapat di sembuhkan, tetapi hanya dapat dipulihkan. Proses pemulihan korban penyalahguna narkotika (residen) hanya 30% saja, sementara sisa nya 70% harus dibantu dari dukungan keluarga terdekat dan lingkungan dimana korban penyalahguna narkoba berada" tambah M. Nasrun

"Narkoba dapat mereusak tata kehidupan sosial kemasyarakata, bisa menyebabkan anarkisme merusan ketahanan kebangsaan" Pungkas AKBP M. Nasrun

















LEP

Kamis, 13 Juni 2019

Polda Sumut Gagalkan 50 Kg Sabu, 170 Kg Ganja Dan Ribuan Ectasy




Peredaran narkotika jenis sabu, ganja dan pil ekstasi, berhasil digagalkan oleh Direktorat Narkoba Polda Sumatra Utara. Hal ini diungkap oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. Agus Andrianto melalui Direktur narkoba Polda Sumut saat paparan pengungkapan kasus jaringan Internasional, bertempat di depan gedung Direktorat Narkoba Polda Sumut, Kamis (13/6/2019) jam 10:00 WIB.

Sebanyak 50 kilo gram sabu, 15.846 butir pil ekstasi dan 170 kilo gram ganja kering siap edar berhasil digagalkan dari beberapa kasus penangkapan.


Penangkapan pertama pada hari Senin (13/5) jam 18:00, unit 2 subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada tiga pria yang membawa sabu dari Aceh menuju Medan. Petugas langsung melakukan penyelidikan di jalan Tj Pura Km 31 desa Tandem Hilir 1 kecamatan Hamparan perak kabupaten Deli Serdang, petugas memberhentikan mobil Avanza BK 1841 LD dan melakukan pemeriksaan didalam mobil tidak ditemukan sabu namun dari hasil intrograsi terhadap penumpangnya berinisial MR dan KA menyebutkan bahwa sabu yang dicari oleh petugas berada di mobil Xenia BK 1315 UJ yang dikendarai oleh teman mereka berinisial FR.

Tak mau buruannya lolos, tim langsung melakukan pengejaran hingga kedepan SPBU Tandem jalan Tj Pura Km 30. Sewaktu mobil diperiksa, petugas menemukan 5 bungkus sabu dalam kemasan teh cina dengan berat 5 kilogram. Petugas Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan pengembangan namun sayang dua pelaku FR dan KA mencoba kabur dengan melawan petugas hingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki keduanya.

” Dari hasil intrograsi terhadap KA MR dan FR didapat keterangan bahwa ada tiga laki-laki yang juga membawa narkoba ke kota Tebing Tinggi, lalu kami melakukan penyelidikan lagi dengan menerjunkan unit 2 subdit 1 pada hari Kamis (16/5) jam 20:45 dijalan lintas Sumatera km 13 Tebing Tinggi -kisaran tepatnya disimpang tiga Tebing Syahbandar kelurahan Binjai kabupaten Serdang Bedagai, kami menghentikan 1 unit sepeda motor Honda Sonic BK 2859 TAB yang dikendarai oleh AG dan WC saat melintas membawa goni berisi 9 bungkus sabu dikemas dalam teh hijau cina seberat 9 kilo gram,” ucap Kombes pol Hendri Marpaung.

Lanjutnya lagi, petugas langsung melakukan pengembangan berdasarkan keterangan AG dan WC bahwa ada tiga orang pria akan membawa sabu dari Pekan Baru menuju Medan.

Dari keterangan itulah petugas narkoba Polda Sumut, tepatnya dijalan Kapten Sumarsono Medan pada tanggal (27/5/2019) jam 11:00 disamping akademi keperawatan Helvetia dilakukan penangkapan dua tersangka berinisial Z dan ZAH dengan barang bukti sabu 10 kilo gram yang disimpan dalam ransel warna coklat.

” Dari keterangan Z dan ZAH pada saat diinterogasi menyebutkan bahwa ada dua orang pria yang memiliki sabu di daerah Binjai. Selanjutnya pada tanggal (4/5/2019) jam 18:40 WIB dijalan Sukarno Hatta km 19 dihentikan mobil Avanza BK 1287 ML yang dikendarai DAT dan SR . Dan saat digeledah dalam mobil ditemukan 25 bungkus Sabu dikemas dalam teh Cina dan 4 bungkus plastik berisi pil ekstasi sebanyak 15.846 ( lima belas ribu delapan ratus empat puluh enam ), petugas langsung melakukan pengembangan dengan membawa DAT dan SR namun dalam pengembangan keduanya ditembak petugas karena berusaha kabur dengan melawan petugas,” jelas perwira berpangkat 3 melati ini
.
Lebih lanjut lagi Kombes pol Hendri Marpaung menjelaskan penangkapan kelima dari hasil keterangan DAT dan SR, petugas melakukan pengembangan kasus pada hari Minggu (9/6/2019) jam 13:00 WIB dijalan Penerbangan gang Tani baru 2 kelurahan Kuala Belaka kecamatan Medan Tuntungan berhasil menangkap dua tersangka berinisial MS dan MR dan saat digeledah tepatnya distang sepeda motor Yamaha N-MAX BL 4643 KAK ditemukan satu bungkus sabu seberat 1 kg yang digantungkan pada dasboard depan sepeda motor.

Lalu pada tanggal (16/6/2019) dijalan Bunga Raya kecamatan Medan Sunggal, unit 4 subdit 2 menghentikan mobil Avanza BK 1895 GV yang dikendarai oleh 3 pria berinisial B, DB dan M. Saat digeledah dalam mobil terdapat 170 kilo ganja yang dikemas dalam 3 goni plastik. Setelah ditangkap polisi membawa ketiganya untuk dilakukan pengembangan kasus dan saat itu ketiganya mencoba lari dengan melawan petugas dan terhadap ketiganya di berikan tembakan pada kaki.

” Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau denda 1 milyar dan maksimal 10 Milyar. Dengan ini pimpinan kami yaitu bapak Kapoldasu Irjen pol Agus Andrianto berpesan pada masyarakat agar mau melaporkan pada kepolisian bila ada melihat peredaran narkoba, narkoba tidak bermanfaat bagi kesehatan dan tubuh kita maka jauhi narkoba serta dengan banyaknya narkoba yang kami tangkap dapat menyelamatkan sebanyak 235.846 jiwa dari bahaya narkoba,” pungkas Kombes pol Hendri Marpaung.





Senin, 03 Juni 2019

2 Kurir Sabu Asal Bireuen Di Tangkap Polres OKU


Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya saat menunjukkan barang bukti dua kilogram sabu-sabu yang dikirimkan dari Aceh ke OKU Timur. 

2 Kurir Narkoba asal Aceh di tangkap Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur di Sumatera Selatan dengan baranf bukti Sabu seberat 2 Kg asal. Seorang kurir, ditembak mati karena melawan.

"Kami telah menangkap dua kurir sabu seberat 2 Kg asal Aceh. Salah seorang pelaku ditindak tegas karena melawan," terang Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya, Senin (3/5/2019).

Adapun kedua kurir yaitu HI (23) dan PR (18). Keduanya berasal dari Desa Laucik Bungo, Peulimbang, Bireun, Aceh.

HI dan PR ditangkap ketika mengantar 2 Kg sabu yang dibawa dari Aceh, menuju ke OKU Timur. Mereka ditangkap dalam bus saat melintas di Jalan Lintas Tengah, Martapura.

Seorang kurir, HI terpaksa ditembak mati karena coba melakukan penusukan saat ditangkap. Bahkan mereka disebut-sebut telah sering mengantar barang dari Aceh ke OKU Timur.

"Penangkapan tadi malam, Pukul 19.30 WIB saat mereka melintas. Ada 2 paket narkotika jenis sabu dlam kemasan teh hijau merk Guanyinwang. Informasinya pemain lama," kata Erlin.

Selain menangkap kedua kurir, polisi kini masih mengembangkan kasus memburu pemasok asal Aceh. 

Sementara pelaku tewas kini telah dilakukan dibawa ke RS setempat untuk dilakukan visum.