Ternyata Sebandit banditnya Freddy Budiman dia hanya operator ekspor impor narkoba dansudah dieksekusi , tetapi Ketua jaringan “ Tangerang Nine “ yang merupakan pemilik pabrik ecstasy dan sabu dengan produksi 8000 butir pil ecstasy dan 25 kg sabu per hari atau kira kira Rp.275 milyar/hari dan ditangkap jauh sebelum Fredy yaitu Benny Sudrajat, yang juga sudah dua kali divonis hukuman mati, kog lolos list eksekusi mati lagi ?
Perlu adanya peran serta masyarakat untuk meneliti kenapa Benny Sudrajat tak masuk dalam 14 orang yang akan dihukum mati tahap ke III. Padahal waktu tertangkapnya geng “Tangerang Nine”. Presiden SBY waktu itu sampai meninjau pabriknya.
Haloo Pak Jaksa kemana yaaa ? atau......mungkin mirip mirip seperti yang diceritakan Fredi Budiman ke Haris Azhar Kontras tentang aparat penengak hukum ? klo kata mang saswi ... ini semua peeeerrr...main....aannn......
Lebih Jahat dari Freddy Budiman, Siapa Mafia Narkoba Benny Sudrajat?
Freddy Budiman dieksekusi mati karena dikenal sebagai mafia narkoba papan atas. Tapi ada nama lain yang juga tidak kalah jahatnya daripada Freddy Budiman, bahkan lebih fantastis yaitu Benny Sudrajat. Siapakah dia?
Jaringan Benny sudah lintas dunia dan dikenal cukup luas di kalangan mafia Hong Kong. Pada 2001 ia bertemu Peter Wong di Hong Kong dan sepakat berkongsi jahat. Benny mendapat modal Rp 1 miliar dari Peter Wong untuk bisnis itu. Bila Freddy hanya bisnis ekspor-impor narkotika, Benny malah membangun pabrik narkoba terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Tangerang, Banten.
Komplotan ini lalu diadili dan sembilan orang di antaranya dihukum mati. Sembilan orang yang dihukum mati di kasus itu adalah:
1. Benny Sudrajat alias Tandi Winardi
2. Iming Santoso alias Budhi Cipto
3. WN China Zhang Manquan
4. WN China Chen Hongxin
5. WN China Jian Yuxin
6. WN China Gan Chunyi
7. WN China Zhu Xuxiong
8. WN Belanda Nicolas
9. WN Prancis Serge
Benny yang juga Ketua 'Tangerang Nine' dijebloskan ke LP Nusakambangan. Tapi ternyata ia tidak kapok dan di LP Pasir Putih, Nusakambangan, tetap leluasa mengendalikan pembangunan pabrik narkoba di Pamulang, Cianjur dan Tamansari pada 2009-2010.
Ia memanfaatkan dua anaknya untuk kembali membangun pabrik narkoba kembali pada 2008. Dua anaknya yaiitu:
1. Arden Christian Sudrajat
2. Aldo Enrico Sudrajat
Kala itu, Benny dan Arden sama-sama meringkuk di Nusakambangan. Bedanya, Arden duluan keluar karena dihukum dalam hitungan tahun, sedangkan Benny tetap di dalam penjara karena menanti eksekusi mati.
Sekeluarnya dari penjara, Arden menjadi kaki tangan bapaknya. Benny mengontak temannya di Hong Kong, Afan untuk membangun pabrik narkoba di Indonesia. Setelah selesai bertugas selama satu mingguan, ia kembali ke Hong Kong. Sehingga total yang terlibat membangun pabrik narkoba Benny jilid II yaitu:
1. Arden Christian Sudrajat (anak pertama)
2. Aldo Enrico Sudrajat (anak kedua)
3. Afan (peracik/DPO)
4. Victor
5. Anne
6. Jimmy Hariadi
7. Rio
9. Afan (DPO)
Operasi pabrik ini akhirnya terbongkar saat polisi menggerebek pada 2009. Atas hal ini mereka dihukum:
1. Benny Sudrajat kembali dihukum mati
2. Arden Christian Sudrajat (anak pertama) dihukum 18 tahun penjara.
MA menolak kasasi Arden pada 12 Mei 2012.
3. Aldo Enrico Sudrajat (anak kedua), dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta
Barat dengan nomor 878/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak
dipublikasikan.
4. Afan (peracik/DPO)
5. Victor, dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor
878/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
6. Anne dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor
879/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
7. Jimmy Hariadi dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor
879/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
8. Rio
Dengan rekam jejak Benny yang sudah berkali-kali membangun pabrik narkoba, mengapa jaksa tidak mengeksekusi mati Benny ?

0 komentar :
Posting Komentar